Friday, December 24, 2010

Yang dimaui saat ini:

Doublecheese burger plus frenchfries plus milo.
Pengen baangeeet dari kemariiiin.
nyamnyamnyam.





Wednesday, December 22, 2010

tentang pilihan untuk senyummu.

hari ini memang ada dan nyata. namun jangan kau pikirkan untuk tersenyum hanya hari ini. ingat, masih ada hari esok.meskipun memang belum tiba. tapi kita sedang menuju kesana. dan hari ini, akan kita tinggalkan.


Selamat Hari Ibu :)







Untuk seluruh malaikat mulia di seluruh semesta bernama Ibu, terimakasih. Untuk tiap dekapan hangat, alunan nyanyian, kesabaran, sejuta cinta dan air mata.
Selamat hari Ibu :)




Tuesday, December 21, 2010

Dari Ibumu.

Lima menit yang lalu, ia masih merangkak kesana kemari. Bermain dengan boneka beruang besar kesayangannya. Kadang tangan kecilnya penasaran ingin memencet tungkai dispenser. Kemarin saat aku lengah, rupanya ia mencoba, dan senang. Ada air keluar dari sana. Saat aku menoleh, bajunya sudah basah. Aku ingin marah, tapi kemarahanku sirna ketika melihatnya tertawa dan bertepuk tangan.

Hari yang ditunggu.

"Mas, tungguin doong. Ayu capek nih.", seorang gadis kecil tampak terengah menuntun sepedanya.

"Iya, Mas tungguin. Lagian kamu bandel sih. Udah Mas Galih bilang ngga usah bawa sepeda, Mas aja yang boncengin", tidak ada nada tinggi yang terdengar. Ia justru mendekat, menyodorkan botol air minum yang sedari tadi menggantung di pundaknya.

Monday, December 20, 2010

Sepotong Rasa dalam Diam #2

Kemal Yordan. Sahabatku sejak SMA. Entah kenapa takdir memaksa kami untuk kuliah di tempat yang sama. Jurusan ini adalah pilihan pertamaku, tetapi pilihan kedua bagi Kemal.Pilihan pertamanya adalah Hubungan Internasional. Kemal ingin sekali menjadi diplomat. Biar bisa jalan-jalan keluar negeri gratis, katanya. Tanpa dia harus menjelaskan, aku sangat tahu bahwa dengan keenceran otaknya, Kemal punya peluang yang cukup baik untuk bisa meraih impiannya sebagai diplomat. Yang sampai sekarang ngga bisa aku terima adalah alasannya memilih jurusan yang sama denganku di pilihan kedua. “Biar kalo gw ngga lolos di HI, kan setidaknya gw bisa kuliah bareng orang yang gw kenal”. Alasan bodoh untuk orang sepintar dirinya.

Sepotong Rasa dalam Diam #1

Aisya Soraya. Siapa yang tidak mengenal nama itu. Biasa disapa Aya. Mahasiswa tingkat 3 yang cantik, pintar, namun tetap bersahaja. Dia pernah mengikuti kontes kecantikan, dan menjadi juara 2. Pernah pula membintangi beberapa iklan dan hingga kini, masih menjadi presenter sebuah acara berpetualang ke daerah-daerah di Indonesia. Dia satu angkatan denganku. Cuma beda popularitas dan segala kelebihanya tadi. Hehe. Itu sih bukan ’cuma’ ya.

Saturday, December 18, 2010

would you like to find another advice please?

oke sodara-sodara, di malam minggu menuju hari minggu ini, mari kita bahas mengenai mengapa di Indonesia masih banyak rakyatnya yang miskin.
cuman karena saya lagi duduk deket tembok, maka alangkah baiknya kita ganti topiknya, menjadi 'kalimat apa yang paling males didenger di suatu kondisi tertentu'.

Thursday, December 16, 2010

goresan di kala malam.

ada satu malam lagi telah datang padaku. pasti.
bagi kebanyakan mata disambut suka cita untuk terpejam. biasanya.
dan sebagian lagi tetap terjaga. sepertiku.

entah mengapa harus pada malam aku ingin bercerita.
anggap saja, karena tak ada orang yang mendengar. mungkin.
dan malam biasanya sunyi. seolah syahdu mendengarkan lontaran kata, atau gulir air mata. semoga.



"aku rindu. rindu seperti dulu. bebas. tak terkungkung pada rasa yang entah bernama apa. aku malu. malu selalu merindu. pada rasa yang sudah pasti tak pantas ada. aku resah. resah pada gelisah yang terpisah jarak. aku tak ingin menyakiti apapun. siapapun. bagaimanapun alasan egois di baliknya.termasuk diriku sendiri. sudah cukup aku berdiri di tengah pergelutan hati dan logika. Pun keduanya ada dalam diriku, tak sampai hati aku berpihak pada salah satu di antara keduanya. Dan akupun tetap gamang. Entah harus merindumu dengan cara apa, bagaimana. Inilah realita yang menyala dalam gelap. Kau, aku, kita sekalipun, telah berpijak di garis yang berbeda. meskipun hanya sejengkal. Namun rasanya, jariku terlampau jauh untuk merengkuh jarimu. Dari sejuta kata yang pernah ada, kata inilah yang paling benci aku sandingkan di antara kita. Kau, dan aku, kita berbeda. Cukup itulah yang menjagaku, agar tak lagi menguntai harap untuk melangkah. Menyebrangi jarak, meski hanya sejengkal."

Sunday, December 12, 2010

jadi aku ini mbakmu atau adekmu, maaas?

s: misi mba. 11.40 pm.

t: mari mas. awas di depan ada got.1:41pm

s: iya mba.hampir mas kesandung sama hati ade:D.1:42pm

t: oh, kirain kecebur di got cinta ade, mas.1:43pm

s: kalo mas berenang boleh de?*lol.1:43pm

t: silahkan mas. cuma cinta ade lagi surut..1:44pm

s: kan lagi musim hujan kok surut?.1:44pm

t: got nya lagi ditutup untuk umum mas.1:47pm

s: oh lagi perluasan ya kayak yang di thamrin.ahhahaha.1:48pm

t: ngga perluasan sih mas. lagi perbaikan..1:50pm

s: masih rusak? udah berapa tahun rusaknya?kamu lg dmana ade cantik?.1:51pm

t: baru sebulan yang lalu mas.
aku lagi dihatinya, mas..1:52





yah, beginilah kondisi warga ibukota. makin banyak yang setres. it was a little chit-chat with my friend on facebook, by the way :p

Saturday, December 11, 2010

meletus balon kuning, dor!

Di rumah. Bapak lagi bikin huruf-huruf dari kertas. Saya celingak-celinguk. Lalu, aha. Saya beli balon buat ulangtaunnya Kayla Sabtu besok. Yang diundang 10, tapi saya beli 15. Jadi mau nyoba dulu aah 1.

saya: *tiup-tiup balon* segini masih bisa gede lagi atau udah?

bapak: masih bisa *sambil tetep bikin tulisan*

saya: yang bener? nanti meledak pas mbak tiup lagi. kan jedir pi, bibir.

bapak: nggaaak. *masih sambil gunting-gunting kertas*

saya: *niup lagi balonnya, lalu..* DOR!

si balon kuning meledak depan muka saya, percis.

bapak: eh, pecah *sambil tetep lanjut gunting-gunting*

saya: *syokmen. kaget. suer, itu kenceng banget bunyinya.*

Thursday, December 9, 2010

I'm so lucky

Lucky defined as a condition when you feel so damn
hurt and sad, but there's someone named friend, still beside you, tell you some stupid jokes, walk with you, and laugh like moron.






Bunch of thanks for your support, invisible hugs, ears, walks.

Means a lot for me. Hope I can do the same for you.

Wednesday, December 8, 2010

Mati rasaku padamu.

"Mungkin ini rasanya. Ketika semua rasa yang terkumpul sudah tak lagi bernama. Tak jelas, mana sayang, mana rindu, mana benci, mana geram. Kalau dapat ku ubah dalam bentuk nyata, rasanya seperti aku menggenggam setumpuk kertas tebal dan membebani tanganku. Ingin rasanya ku hampirimu dan melemparkan dengan keras kertas-kertas itu ke wajahmu. Ya, tepat di wajahmu. Aku juga tak pernah menyangka bahwa semua yang pernah ada justru menjadi terbalik. Semua kalimat manismu serasa gelombang laut yang mengaduk-aduk isi perutku. Aku jengah. Hanya mampu tersenyum kecil dan menggeleng. Merasa bodoh pernah melambung hanya karena sebait dua bait janji yang kau kirimkan. Dan merasa bodoh, karena pernah percaya.

Kau pernah celupkan tanganmu kedalam air yang sangat dingin beberapa saat? Kebas rasanya tanganmu nanti. Itu juga yang aku rasakan saat ini. Padamu. Pada kebahagiaanmu. Pada gulir waktu yang berjalan lambat. Kadang ku rasa marah, namun lebih dari itu, aku sangat kehilangan. Peduli setan pada apapun pilihanmu. Asal kau tahu, pilihanmu untuk mematahkan janji, bersikap tak mengenal, dan caramu meraih bahagia adalah caramu yang paling ampuh untuk membalikkan semua yang pernah ada. Kau berbeda. Tak lagi ku kenali.

Kau tahu hal apa yang paling menyiksa?
Bukan dengan melihatmu menggandeng tangannya, bukan pula mendengar nyanyianmu untuknya. Sederhana. Ketika aku ingin menangis, tapi tak ada lagi air mata yang tersisa. Bahkan untuk cara paling mudah dan murah untuk mengeluarkan perih dan luka, aku tak lagi bisa.
Mati rasaku padamu."

Friday, December 3, 2010

Egois.

If,
tomorrow never comes.
 

Template by BloggerCandy.com