Saturday, January 10, 2015

Atuhlah.

Kesel karena kesel yang keselnya ngga ngerti keselnya karena apa.

Tuesday, December 23, 2014

Akhirnya..

Salah satu orang yang punya peran ngga kecil di hidup saya, kemarin tanggal 21 Desember 2014 akhinya resmi jadi istri orang. Seneng? Iyalah. Sedih? Sepertinya harus diakui, iya sedikit. Tapi ketutup dengan senengnya. Akhirnya, doi bisa mewujudkan impiannya nikah pake dua adat yang make upnya harus dibongkar total.

You looked good in Sundanese, and looked stunning in Jogja's traditional clothes.
I am really happy that you finally found your other half. I don't know him in depth, but I'm pretty sure that he will make you happy.

You're not my friend.  You are more than only a best friend.
You are family. You are my sister.
I couldn't hold my tears when I see you set with your dress and make up.
You look beautiful, beyond the colors.

This is your new chapter of life.
I pray for all goodness in this life come to you, to your family.

Happy wedding, dear Sessa & Bowo :)


Thursday, December 18, 2014

Observasi

Makna sesungguhnya: kepo.

Sejujurnya, saya senang sekali bisa belajar dari orang lain. Belajar dari cara mereka bicara, mikir, gimana mereka bikin kesalahan, gimana mereka meraih sukses di jalan masing-masing, banyak deh.

Mungkin kalo FBI butuh karyawan, saya bisa dijadiin pertimbangan karena daya observasi dan investigasi saya sangat kenceng *lah trus bangga*
Saya senang blog walking, atau nelusurin fb atau twitter atau bahkan visit path untuk cari tau banyak tentang seseorang. Ini coba kita samakan persepsi ya, bahwa tujuannya adalah untuk kebaikan. Buat gosip sih yaaa pernah sih yaaa tapi abis itu langsung ngerasa bersalah -______-

Kembali ke perihal observasi.
Iya saya seneng banget sama proses hidup seseorang. Seringnya bikin saya iri, tapi ngga jarang juga malah bikin saya mikir. Intinya sih, hidup ini adil banget men.

Ada orang yang terlihat sempurna di masalah pendidikan atau keluarga, tapi ternyata dia punya cerita ngga enak di hal yang lain. Atau di keluarganya bahagia, ngga taunya di hal lain agak merana.
Justru itu yang bikin hidup masuk kategori adil kan?

Ujung-ujungnya yaa jadi bikin diri sendiri bersyukur aja sama yang dipunya sekarang. Abisan mau keki macam apa juga ga guna, ngga akan ngerubah kenyataan dalam waktu singkat. Tapi setidaknya jadi bisa belajar banyak. Belajar buat menumbuhkan keinginan untuk belajar masak, jadi anak yang baik, jadi pasangan yang baik, jadi calon istri yang baik, jadi calon ibu yang baik, jadi karyawan yang baik, jadi ini itu bla bla bla.

Fyuh.

Kan katanya pengalaman itu adalah guru yang baik. Dan ternyata pengalaman orang lain itu sangat bisa jadi guru yang sangat sangat sangat baik.

Ini kicauan tengah hari, tengah waktu kerja, dan tengah melawan ngantuk.

Tuesday, December 16, 2014

Tercekat

Seringnya otak sudah memproses kata, bertahap menuju kalimat, lalu mentah begitu saja ketika sampai di ujung lidah.

Sunday, December 14, 2014

Tigabelas

Orang sih pada bilang kalo angka tigabelas itu angka sial. Tapi ngga tau kenapa, kayanya justru angka itu selalu terhubung sama saya. Untuk cerita baik atau rada ngga enak. Yang pasti jadi punya arti.

Kaya kemarin, tiga belas yang ke empat. Ngga dirayain sih, cuma another session of makan gendut, ngobrol, liat2an geleuh, sama drama 'udah sana pulang - iya 10 menit lagi - lalu jadi plus 3 jam dari jam pertama nyuruh pulang'

You are still the winner deh :)

Friday, October 17, 2014

Mungkin ini yang namanya jatuh cinta. Rasanya kadang menyerusup ke anatomi entah bagian apa. Tapi rasanya ada, jelas. Kadang ngilu karena rindu, kadang nyeri karena rasa yang terlalu menggebu.

Ada waktunya aku hanya ingin melihatmu tanpa suara. Setidaknya aku yang otomatis mematikan indera pendengaranku. Lalu menikmatimu layaknya memandangi sebuah karya lukis. Indah, dan tak perlu diiringi untaian kata ini itu.

Senyummu masih jadi juaranya. Rasanya akan langsung melemparku pada awal kita bertemu.

Ada kalanya juga aku menikmatimu sambil terpejam. Membiarkan gema suaramu memenuhi kepalaku. Kadang menjadi nyanyian, ataupun panggilan.

Dan ada waktunya ketika aku ingin menikmatimu dengan utuh. Kamu yang bercerita, kamu yang membuatku tertegun, kamu yang tetiba marah, kamu yang melucu, kamu yang mulai merangkum semuanya menjadi rindu.

Kamu,
Aku, padamu.

Tuesday, October 14, 2014

tentang niat menjadi langsing

saya lagi ngga akrab sama timbangan. belakangan ini, timbangan selalu nyakitin saya. masa beda hari beda angka. mending kalo geser ke kiri. ini ke kanan. konsisten sih gesernya. tapi konsisten nyakitinnya juga.
jadi saya putuskan untuk ngga sering-sering nimbang.

berbekal luka perih itu, saya mulai memasuki area yang cewe banget. satu kata yang paling ngga saya banget. satu kegiatan yang bikin keluarga saya, khususnya papihe sedih. diet.

setelah browsing sana sini, akhirnya nemu yang namanya diet mayo. inti dari diet ini adalah no salt, no rice, no ice. terjemahannya adalah ngga bisa makan nasi pake ayam bacem favorit dengan minum nutrisari dingin.
itu sedih.
sedih banget.

riset tentang diet ini saya lakukan semingguan. kenapa akhirnya saya tertarik? karena dietnya cuma 13 hari dan menunya udah ada, tinggal diikutin. hasilnya, bisa turun 5-10 kg, tergantung dari usaha, niat, kemampuan menelan makanan hambar, dan metabolisme tubuh.

lalu saya mengucap bismillah, seraya melangkahkan kaki menuju swalayan terdekat. mulai nyetok bahan-bahan makanan.
saya ngga bisa masak, tapi kalo sekedar rebus-rebusan, goreng-gorengan aja sih, masih optimis.
sempet ketunda juga seminggu karena alesan ini itu. akhirnya jumat minggu lalu mulai hari pertama diet mayo.

Hari pertama.
di kantor. masih kuat. sarapan cuma air putih sama teh. siangnya makan bayem rebus sama kentang plus tomat. sorenya makan daging goreng sama selada.
masih bernyawa.

Hari kedua.
di rumah. mulai syedih. jadi ngga laper sama sekali. malah mual. ayam rebus ngga pake bumbu apa2 trus dikunyah itu rasanya kaya nelen kenyataan pait. susah banget ditelen. pas malem diajak papihe ke cinere mol, udah mulai geliyengan dan migrain. sampe rumah malah makin parah. plus akhirnya itu makanan keluar semua. nyoba ngga minum obat sampe pagi, tapi ternyata pas bangun, migrennya masih ada.
nyerah.
nenggak obat.

akhirnya dengan pertimbangan panjang dan restu dari papihe maupun si aang, sayapun kembali ke pelukan nasi uduk di hari ketiga.
baru kali itu rasanya kangen banget sama nasi uduk. ngunyahnya aja ampe pelan-pelan banget.


berat sih pas nimbang turun 2 kilo. tapi saya rasa itu gegara emang ngga makan. sama depresi. dan ngga ngerasa seneng sama sekali sama hal itu.
i think diet is not my thing.

mending disuru maen bola deh daripada nahan-nahan makanan gitu.

kesimpulannya sudah jelas. saya gagal diet. tapi berhasil buat tau diri sendiri dan mengatasi sesuatu yang diluar kemampuan saya. saya ngga mau maksa-maksain menderita demi kurus. yaaa maksutnya kita masih bisa cari cara derita lain buat tujuan yang sama.
sejauh ini, saya kembali milih buat workout aja. kingetan kingetan dah biarin.
yang penting hepi.
ngga sakit.






dan bisa bebas makan ayam bacem lagi.
 

Template by BloggerCandy.com