Saturday, March 7, 2015

You don't need to be asked to give your best for someone you love. It's just flow, without question why or how.

You are giving the best and you know you always will.

All will return to you in a very best way, whether from them whom you gave your best,
Or,
Someone else will.

Saturday, January 10, 2015

Atuhlah.

Kesel karena kesel yang keselnya ngga ngerti keselnya karena apa.

Tuesday, December 23, 2014

Akhirnya..

Salah satu orang yang punya peran ngga kecil di hidup saya, kemarin tanggal 21 Desember 2014 akhinya resmi jadi istri orang. Seneng? Iyalah. Sedih? Sepertinya harus diakui, iya sedikit. Tapi ketutup dengan senengnya. Akhirnya, doi bisa mewujudkan impiannya nikah pake dua adat yang make upnya harus dibongkar total.

You looked good in Sundanese, and looked stunning in Jogja's traditional clothes.
I am really happy that you finally found your other half. I don't know him in depth, but I'm pretty sure that he will make you happy.

You're not my friend.  You are more than only a best friend.
You are family. You are my sister.
I couldn't hold my tears when I see you set with your dress and make up.
You look beautiful, beyond the colors.

This is your new chapter of life.
I pray for all goodness in this life come to you, to your family.

Happy wedding, dear Sessa & Bowo :)


Thursday, December 18, 2014

Observasi

Makna sesungguhnya: kepo.

Sejujurnya, saya senang sekali bisa belajar dari orang lain. Belajar dari cara mereka bicara, mikir, gimana mereka bikin kesalahan, gimana mereka meraih sukses di jalan masing-masing, banyak deh.

Mungkin kalo FBI butuh karyawan, saya bisa dijadiin pertimbangan karena daya observasi dan investigasi saya sangat kenceng *lah trus bangga*
Saya senang blog walking, atau nelusurin fb atau twitter atau bahkan visit path untuk cari tau banyak tentang seseorang. Ini coba kita samakan persepsi ya, bahwa tujuannya adalah untuk kebaikan. Buat gosip sih yaaa pernah sih yaaa tapi abis itu langsung ngerasa bersalah -______-

Kembali ke perihal observasi.
Iya saya seneng banget sama proses hidup seseorang. Seringnya bikin saya iri, tapi ngga jarang juga malah bikin saya mikir. Intinya sih, hidup ini adil banget men.

Ada orang yang terlihat sempurna di masalah pendidikan atau keluarga, tapi ternyata dia punya cerita ngga enak di hal yang lain. Atau di keluarganya bahagia, ngga taunya di hal lain agak merana.
Justru itu yang bikin hidup masuk kategori adil kan?

Ujung-ujungnya yaa jadi bikin diri sendiri bersyukur aja sama yang dipunya sekarang. Abisan mau keki macam apa juga ga guna, ngga akan ngerubah kenyataan dalam waktu singkat. Tapi setidaknya jadi bisa belajar banyak. Belajar buat menumbuhkan keinginan untuk belajar masak, jadi anak yang baik, jadi pasangan yang baik, jadi calon istri yang baik, jadi calon ibu yang baik, jadi karyawan yang baik, jadi ini itu bla bla bla.

Fyuh.

Kan katanya pengalaman itu adalah guru yang baik. Dan ternyata pengalaman orang lain itu sangat bisa jadi guru yang sangat sangat sangat baik.

Ini kicauan tengah hari, tengah waktu kerja, dan tengah melawan ngantuk.

Tuesday, December 16, 2014

Tercekat

Seringnya otak sudah memproses kata, bertahap menuju kalimat, lalu mentah begitu saja ketika sampai di ujung lidah.

Sunday, December 14, 2014

Tigabelas

Orang sih pada bilang kalo angka tigabelas itu angka sial. Tapi ngga tau kenapa, kayanya justru angka itu selalu terhubung sama saya. Untuk cerita baik atau rada ngga enak. Yang pasti jadi punya arti.

Kaya kemarin, tiga belas yang ke empat. Ngga dirayain sih, cuma another session of makan gendut, ngobrol, liat2an geleuh, sama drama 'udah sana pulang - iya 10 menit lagi - lalu jadi plus 3 jam dari jam pertama nyuruh pulang'

You are still the winner deh :)

Friday, October 17, 2014

Mungkin ini yang namanya jatuh cinta. Rasanya kadang menyerusup ke anatomi entah bagian apa. Tapi rasanya ada, jelas. Kadang ngilu karena rindu, kadang nyeri karena rasa yang terlalu menggebu.

Ada waktunya aku hanya ingin melihatmu tanpa suara. Setidaknya aku yang otomatis mematikan indera pendengaranku. Lalu menikmatimu layaknya memandangi sebuah karya lukis. Indah, dan tak perlu diiringi untaian kata ini itu.

Senyummu masih jadi juaranya. Rasanya akan langsung melemparku pada awal kita bertemu.

Ada kalanya juga aku menikmatimu sambil terpejam. Membiarkan gema suaramu memenuhi kepalaku. Kadang menjadi nyanyian, ataupun panggilan.

Dan ada waktunya ketika aku ingin menikmatimu dengan utuh. Kamu yang bercerita, kamu yang membuatku tertegun, kamu yang tetiba marah, kamu yang melucu, kamu yang mulai merangkum semuanya menjadi rindu.

Kamu,
Aku, padamu.

 

Template by BloggerCandy.com