Skip to main content

Posts

Dari Nona ke Nyonya

atau dari karyawati menjadi ibu rumah tangga.

Keduanya sama-sama butuh proses, sama-sama butuh banyak belajar.
Sama-sama butuh ilmu ikhlas.

Pernah denger ada temen yang bilang 'pengorbanan lo buat Byan itu luar biasa'
Kucuman bisa bilang alhamdulillah.
Sambil senyum dikit. Walaupun ada sebagian diri yang sesak.

Rasanya pengorbanan itu terkesan ada pihak lain yang merasa tersiksa (haha!) while gw sangat menikmati perjalanan ini.

Let me tell you a short (not sure) story then..

Pas jaman-jaman kecil itu, keluarga gw bisa dibilang hidup berkecukupan. Dalam artian, pas mau makan, berasnya ada. Cukup. Ngga berlebih. Walaupun lauknya kadang indomie, somay abang-abang lewat, sop, atau bakso (abang-abang lewat juga). Papihe kala itu punya dompet isinya kartu nama, ktp, sama fotonya Mbak Kakung dan Mbah Putri. Jarang banget gw liat ada duit disana. Yang belakangan gw tau kalo semua gajinya ya udah dikasih ke Ibu. Plus potongan cicilan rumah.

Jarak rumah ke kantor kurang lebih 1,5km. Jad…
Recent posts
Berkunjung dalam bunga tidur.
Entah bagaimana caranya datang. Tetiba menyelisip. Dan mengikuti alur cerita.
Kau tampak tak berbeda. Tersenyum dan ceria seperti biasa.
Hangat.
Lalu berlalu.Terpejam mata ini saa terjaga. Mencoba kembali mengingat dengan rasa. Namun bayangmu tetap tak terjangkau.
Kau tetap sudah tak ada.Tetap bahagia ya?
Meskipun jauhnya hanya berselang langkah. Atau dekat namun terhalang tirai. Aku tetap berdoa.

Jantung yang bikin jantungan.

Waktu tau papihe ada sumbatan di jantung, saya jelas keliatan takut, sedih, kepikiran yang aneh-aneh.Tapi semalem pas tau ternyata ada pembengkakan di jantung Ibu dan ternyata sebelumnya Ibu pernah serangan tapi ngga nyadar, saya ngerasa blank.
Sampai rumah sambil beberes tetiba air mata ngalir.
Pun pas bangun salah pagi, abis siapin bekal Ayahnya Byan, saya rebahan trus air mata ngalir gitu aja. Rasanya ternyata lebih sakit kalo pas tau Ibu sakit.

D-2

Dua hari lagi menuju pulang.  Rasanya ya campur aduk. 
Gini ya jadi perempuan yang (sedang belajar) dewasa. Ketika harus menempatkan prioritas. Ketika harus menimbang. Ketika harus jujur sama diri sendiri tentang apa yang dimau sebenernya.  Dan jawaban saya selalu tentang rumah, tentang Byantara, tentang Ayahnya, tentang memperbaiki diri supaya bisa jadi Ibu yang lebih baik lagi. 
Semoga niatan ini selalu dikuatkan, karena pastinya ngga akan mudah.  Pun ini bukan pembuktian bahwa dengan sudah kembali ke rumah, semuanya bakal lancar sesuai keinginan. Tapi semuanya akan kesana, dengan izin Allah pastinya.
Lucu ya, gimana hidup bisa bawa saya ke titik ini. Mungkin bagi sebagian orang ini hal yang sepele.  Tapi buat saya ini bukan.  Mengambil alih lagi tanggung jawab, belajar memupuk sabar, atau mungkin akan banyak mengucap istighfar.
Bismillah Bismillah Bismillah

Suatu siang

Ini cerita beberapa waktu yang lalu sih sebenernya. Jadi gini, yang namanya emak emak kan juga manusia eym. Nah pas kapan itu Byan lagi biasalah dikasih tau malah ngambek. Jadi nada gw rada-rada ngomel gitu. Langsung Ayahnya Byan bilang 'pelan pelan-pelan atuh Bun bilang ke Byannya. Jangan dimarahin'Lompat ke beberapa hari setelahnya, pas Byan lagi rewel banget karena mau flu. Dari malem ke pagi tidur bangun nangis on repeat. Jadilah gw ngikutin kan. Terakhir gw udah ngantuk banget tidur akhirnya posisi sujud karena Byan tidurnya juga berubah-ubah posisi dan letak.
Gw tidur dengan pipi nempel ke kasur. Dan Byan bangun pindah posisi. Nempelin pipinya ke pipi gw. Siangnya gw ceritain ke Aang kan. Pas kita otw keeeeee....yak gw lupa. 'tadi Byan unyu Yah. Nempelin pipi ke Ibun''yaiyalah dia kan tau Ibunnya''iya''seneng ngga punya anak?''seneng''kalo gitu kalo anaknya pas rewel jangan dimarahin ya. Dia berasa kalo Ibunnya yang marah. Dik…

Kusut

Di antara ini dan itu. Antara peran ini dan itu. Antara cerita ini dan itu.
Aku juga manusia.
Jatahnya punya dua kaki.
Jangan paksa untuk menjejak keduanya.
Pasti akan timpang.
Dan lelah.


Hujan dan Cinta

Tenang, ini bukan tentang cinta remah-remah yang itu. Ini jauh lebih ada bumbunya; ada rasa manis tercampur air mata. Ada juga pahit tersambung dengan senyum. Ini tentang rasa cinta, sebenar-benarnya rasa cinta yang patut diperjuangkan.
Byantara.
Sebentuk cinta yang entah bagaimana begitu murni. Jika dulu bentukan cinta sering tertanya bagaimana, apa, mengapa. Byantara adalah cinta. Yang tak perlu ditanya dan dijawab. Yang datang tak tiba-tiba dan tak bisa didiamkan begitu saja.
Byantara adalah cinta. Yang hangat dan dekat. Yang membuat risau kala jauh. Yang membuat menoleh tanpa tersebut.
Byantara adalah cinta. Terangkum di dalamnya setiap doa, air mata, senyum, tawa, dan semuanya. Byantara merangkum hal-hal kecil menjadi sesuatu yang lengkap.
Byantara adalah cinta. Dalam terang dan gelap. Dalam hujan dan terik.

Sedalam-dalamnya cinta. Sehangat-hangatnya rasa.



Office, 11 Desember 2017 Hujan di luar, kangen Byan.