Wednesday, January 27, 2010

secarik kertas di atas meja

Mendung sore ini tidak main-main rupanya. Sedari pagi sudah mengancam akan menurunkan hujan. Membuatku malas beranjak dari kasur yang terasa lebih empuk. Apalagi ditambah selimut. Lengkap sudah agenda bermalas-malasan hari ini.

Aku memandang ke luar jendela. Di luar hujan rintik. Sisa hujan seharian ini. Aku beranjak ke dapur. Terpaksa. Demi melengkapi suasana; dingin hujan akan lebih terasa hangat oleh secangkir cokelat panas.

Secangkir cokelat panas sudah di tangan. Perlahan ku tiup-tiupkan si cokelat, dan kuseruput. Hmmm. Hangat. Enak. Manis. Aku tersenyum. Jadi teringat..

Ku letakkan cokelat panas itu di meja, ku tarik kursiku, dan aku terduduk. Diam. Melihat ke luar jendela. Hhh..Sedang apa ya di sana? Ku ambil secarik kertas di laci, dan tangan ini mulai menari bersama dengan pensil biru.

Hai Kamu..
Aku tiba-tiba teringat kamu. Sedang apa kamu? Hari ini saja kok aku teringat kamu. Kemarin-kemarin tidak.
Errrr.
Oke, aku berbohong. Kemarin aku juga rindu kamu. Memikirkan sedang apa kamu di sana.

Kamu..
Kapan lagi tiba-tiba muncul di depan rumahku? Tanpa mengetuk, tanpa memanggil. Tiba-tiba memainkan senjata berdawaimu itu. Aku pikir pengamen. Ngga taunya ada kamu di depan pintu. Sambil senyum puas melihatku yang geleng-geleng ngga habis pikir. Tapi aku senang kok waktu itu. Dan ngga ketipu buat yang kedua, ketiga, dan seterusnya. Kedatanganmu yang kedua ngga aku anggap sebagai pengamen lagi..

atau..

Kapan lagi ajak aku ke pantai? Kita minum es kelapa lagi. Duduk sambil melihat deburan ombak di laut sana. Dan kamu mencoba mengucapkan kata-kata romantis. Lalu aku tertegun. Terdiam. Terharu. Dan detik selanjutnya kitapun tertawa. Saling menyadari bahwa romantisme kita bukan dengan cara itu.

atau..

Kapan lagi kamu panggil aku 'manyun'? Terimkasih telah terinspirasi dengan bibirku yang manyun karena ngambek, menunggumu yang terlambat datang, atau terlupa akan sesuatu yang kita janjikan sebelumnya.

atau..

Kapan lagi kamu rangul aku ketika aku sedang menangis? Ketika aku butuh bahu untuk bersandar. Ketika aku butuh kamu untuk mendengarkan segala keluh kesah hati ini. Ketika aku memaksamu mendengarkan gerutuan demi gerutuan.

Kamu,
aku rindu kamu. Sedang apa kamu di sana?

Seperti biasa, aku terhenti. Rindu ini terlalu besar, semakin besar malah. Sehingga aku tak menemukan kata yang tepat untuk melukisakannya. Aku masukkan kertas itu ke laci. Supaya ia bertemu dengan teman-temannya yang lain. Yang juga bertuliskan kata-kata rinduku buat kamu.

Aku rindu kamu, pangeranku. Cepat pulang ya. Banyak sudut di kota kesayangan kita ini yang menunggu untuk kita datangi.

Secangkir cokelat panas tadi sudah berubah suhu ternyata. Sudah mulai dingin. Tapi aku tetap menyeruputnya. Aku semakin rindu kamu. Rindu duduk dan minum cokelat kesukaan kita berdua.


Jogja, 27 Januari 2010

Tuesday, January 26, 2010

butuh rehat sejenak

Seorang teman pernah berkata :

Ternyata temenan itu kaya pacaran ya. Bisa berantem.Bahkan bisa putus.

Saya ngga pengen ada kata 'putus' lagi. Tapi jujur, saya lelah. Jika saya terlihat menghindar, harap dimengerti.

Wednesday, January 20, 2010

ada yang ngga beres

Ketika gw butuh lebih banyak waktu buat milih kata yang tepat buat dikirim,
ketika gw keilangan kelancaran berbicara gw,
ketika gw mati gaya dan jadinya cuma ngeliatin hape,
ketika gw kelojotan ngga jelas padahal cuma abis ngobrol sebentar,
ketika itulah gw yakin ada yang ngga beres.

Tuesday, January 19, 2010

Bukti Kongkrit Bapak sayang Anak

Udah jam 10 malem, dan gw udah nguap2 mau tidur. Gw lantas naik tangga ke lantai atas. Ke kamar.

Pas mau sampe atas, gw dengan segera turun lagi ke bawah.

Bokap gw bingung dan bertanya, ‘Kamu kenapa?’

‘Kecoaaaaaaaaaaaa’, jawab gw sambil nangkring manis di atas sofa.

‘Aaah, ngga apa-apa. Udah tidur sana

‘Ngga maauuuu. Ntar kalo mba tidur trus kecoanya terbang trus menclok gimana? Ngga mauuuu’

‘Dimana sih emang kecoanya?’

‘Ituu, di ujung tangga atas. Tuh tuh keliatan’ jawab gw sambil ngunjukin, dan emang tu kecoa masih mejeng di tempatnya tadi.

Bokap gw keluar, ngambil sapu lidi. Di uber itu kecoa. Dikeprak. Dan si kecoa pun telentang. Gw rasa sih wafat. Bokap langsung mengeksekusi si kecoa ke tempat sampah.

‘Udah, tidur sanah. Kecoanya udah ngga gangguin lagi..’

Saturday, January 16, 2010

Pagi!

Pagi!
Ku ingin selalu menyapamu begitu. Karena pagi adalah awal. Karena pagi adalah harapan. Karena pagi adalah baru.

Kau berjalan sendiri. Lalu aku menyamakan langkahku denganmu.
Aku ada, berjalan bersamamu.

Aku ceritakan sebuah cerita lucu, dan aku lega bisa melihatmu tertawa.
Itu yang selalu ingin aku lihat darimu. senyum. dan tawa hangatmu.

Tak perlu lagi kau paksakan berjalan sendiri. menghindari sinar mentari. hanya bersembunyi dibalik kelamnya awan hujan.
Bukalah matamu. Bukalah hatimu.
aku ada.

Pagi!
aku menyapamu sekali lagi. hari ini ku temani kau berjalan lagi. tak perlu berlari. tak perlu mengindar lagi. aku ada. menemanimu berjalan. kita samakan lagi langkah kaki.
untuk hari ini. esok. dan hari-hari selanjutnya.
kau tak perlu takut lagi :)

Thursday, January 14, 2010

antara mimpi dan yang nyata

Ada yang namanya mimpi.
Isinya pasti yang bagus-bagus. yang indah-indah. yang isinya cuma senyum dan ketawa. jauh dari air mata, jauh dari yang sedih-sedih. yang ideal, setidaknya menurut si pemimpi.

tapi ada yang namanya kenyataan.
isinya ngga selalu yang bagus. ngga cuma senyum dan ketawa. ngga selalu happy ending. kadang diselingin sama air mata, karena kadang si pengembara kehidupan butuh digituin dulu supaya inget sama Penciptanya. yang ideal, menurut Yang Punya Hidup.

Kamu adalah mimpi. Setidaknya itu yang aku tahu.
Oleh karenanya aku lebih senang menutup mata, agar dapat bertemu denganmu di sana.
Bisakah kamu aku ajak ke nyata ku?

Jika aku adalah aku

jika aku adalah dia, mungkin kau akan tersenyum. jika aku adalah dia, mungkin tak lagi kulihat air wajahmu yang sendu. jika aku dia, mungkin nyanyian cinta yang akan kau dengarkan, setiap hari, setiap waktu.

namun jika aku adalah aku,
akankah ada, senyum dan nyanyian cinta itu?

Monday, January 11, 2010

hanya sebuah doa..

Aku termenung di depan foto ini.
Kau terlihat sangat mencintaiku lebih dari apapun.
Aku beralih ke foto sebelahnya.
Kau terlihat menjagaku,
tak ingin aku kesakitan sedikitpun.
Dan aku tersenyum melihat foto di sebelahnya lagi.
Aku yang menangis ketika Kau pergi.

Aku kecil sangat tak ingin lepas darimu.
Tak ingin turun dari gendonganmu.
Selalu menggandeng tanganmu seraya merajuk, meminta Kau temani bermain.

Dan di hari ini,
49 tahun sudah Kau ada.
21 tahun aku bersamamu.
Tapi rasanya, aku belum mampu membalas semua hal berharga yang Kau berikan.

Tiada hadiah yang mampu ku berikan selain ucap doa.
Karena hanya Allah yang pantas berikan Kau sebuah hadiah istimewa.

Selamat ulang tahun bapakku sayang,
bapak kebanggaanku.
Semoga Allah memberikan usia panjang yang barokah, limpahan rejeki yang halal, serta kebahagiaan dunia akhirat yang kekal..

Sunday, January 3, 2010

tidak sama

entah inderaku yang mati atau apa,
tapi..

indahnya pantai yang kulihat tidak lagi sama.

Friday, January 1, 2010

taun baru a la kadarnya

tanggal 30 januari 2009 sore

di sebuah rumah yang isinya tinggal seorang anak perempuan chantik dan seorang bapak yang lagi sibuk nepuk-nepuk perutnya karena masuk angin, terjadilah sebuah pembicaraan serius. untuk membuat sebuah perencanaan matang dan tidak main-main.
Perencanaan ini berkaitan dengan penyambutan taun baru dan keadaan mengenaskan kami berdua yang rencananya akan ditinggal oleh si ade yang punya acara taun baru bersama teman-teman, dan si ibu yang katanya mau taun baruan di rumah uwa' di daerah Halim.
maka, perencanaan itu dimulailah.

gw: Pih tau baru kemana kita?

si babeh: ngga tau. di rumah aja palingan. emang kamu ngga ada acara?

gw: kaga pih. (sambil ketawa tabah)
ade ada acara sama temennya.

si babeh: ooh, yaudah. tenang. mba sama bapak aja taun baruannya. kita jalan ke monas yuk?

gw (dengan mata berbinar-binar): hayuk! pasti rame banget. ntar ada meriam nya kan ya?

si babeh: yee. meriam itu adanya pas tujuhbelasan aja.

gw: oo.. kembang api?

si babeh: nah yang itu ada. oke, pokonya kita taun baruan di monas ya. ampe pagi.
kita makan telor kerak juga di sana.

gw:(agak sedikit bingung) kerak telor maksutnya pi?

si babeh: ya sama ajalah..
(masih sambil nepuk-nepuk perutnya karena masuk angin)

kesepakatan pun terjadi. gw pun udah ngga muram durjana karena ngga punya acara buat taunbaruan.

tanggal 31 Januari 2009 sore.

si babeh pulang kerja dengan muka datar. malah masih sibuk tahak sana sini karena urusan masuk anginnya belum rampung. gw lebih curiga dia lupa aja sama kesepakatan yang kemaren kita bikin. dan gw udah bikin plan B seandainya rencana kemaren gagal. yaitu beli segala macem cemilan dan makanan buat jadi temen nonton acara2 di tipi yang lumayan bagus. gw lebih nunggu spiderman 3 sih lebih tepatnya. gw juga udah bilang ke si babeh, pokonya mau beli makanan yang banyak buat di rumah. dan si babeh ngasi ACC. sip.

jam udah mau ke angka 8 dan gw masih harap-harap cemas buat ngejalanin plan B.
ke monas udah ngga mungkin. ditunjang dengan muka si babeh yang masih meringis karena si masuk angin. daritadi juga lagi akur amat sama minyak kayu putih.

jam 8.30 malem spidermannya maen di tipi dan sekarang jam 8.00, gw belum punya amunisi apa-apa buat temen nonton. akhirnya dengan segala kekurang ajaran seorang anak yang nagih janji minta dibeliin makanan, gw pun bilang ke si babeh, 'pih, ayo beli roti bakar'

jam 8.30, gw udah di rumah.
dengan roti bakar di tangan dan susu ovaltine dingin.
hilang sudah impian gw dikelilingi makanan dan cemilan.
gapapalah yang penting ada si roti bakar maknyuss dan si es ovaltine.

gw dan si babeh udah duduk manis di depan tipi.
si babeh udah anteng sama nasi gorengnya, dan gw juga sama si roti bakar yang gw nobatkan sebagai teman nonton spiderman sampe abis.
saut-sautan komentarpun terjadilah.
ngga sampe 10 menit, roti bakar musnah.
karir nasi goreng pun berakhir di perut si babeh.
ruang tipi jadi rame sama suara tipi dan..



ngoroknya si babeh di sofa.




BAGOOOOS!
gimane carenye gw nonton ada dua suara giniiii???



gw coba fokus ke tipi dan ngga menghiraukan suara ngoroknya si babeh.



dan gw nyerah.

gw matiin tipi, dan akhirnya terdampar di depan laptop.
internetan.
lebih tepatnya sibuk nyari-nyari fotonya Lee Min Ho di gugel.
atau video-videonya di yutup.



gw yang masih penasaran banget sama kembang api, akhirnya nyari video kembang api di yutup.
tepat pukul 12 lewat sedetik, gw puter itu video dan berkata, 'Happy new year cul..'


ya mayanlah yaaaa. yang penting gw tetep bisa taun baruan sambil ngeliat kembang api.

1 Januari 2010 pagi..

si babeh: gimana semalem spidermannya? Kok pas bapak bangun udah mati ya tipi?

gw: auuuuu aaaaahhhhh! spidermannya diganti peran sama beruang ngorok.(ngeloyor sambil sewot)

satu gerbang lagi..

telah terbuka.
sebuah gerbang menuju uraian detik, menit, jam, hari baru..

Tuhan,
berkahilah langkahku di perjalanan baru ini..
Peluk aku selalu dalam cinta-Mu,
agar aku tak perlu merasakan sepi.

Tuhan,
buatlah aku tersenyum dengan cara-Mu.
buatlah aku tertawa dengan cara-Mu.

Tuhan,
jangan bosan ya menemaniku..
memasuki gerbang baru.
satu gerbang lagi..

Semoga 365 hari kedepan akan selalu menyiratkan makna dan cinta.


Selamat Tahun Baru 2010!!
 

Template by BloggerCandy.com