Saturday, May 25, 2013

Jawaban.

Kita tak pernah menyangka akan bertemu dengan cara seperti ini.
Seingatku, hanya ucapan-ucapan jahil yang kadang membuatku bersungut-sungut kesal. Atau ledekan-ledekan yang membuatmu selalu mencubit gemas lengan bahuku.

Waktu bukanlah penghalang. Siang malam, selalu ada yang kita bagi. Entah cerita, atau khayalan-khayalan tentang 'bagaimana jika nanti'

Pun bukanlah jarak yang memisahkan. Ratusan kilometer tak seberapa. Tak ada yang jauh. Tak ada yang merasa dipisahkan oleh lautan.

Sampai di satu masa teringat. Tanganmu tak kosong. Ada yang kau genggam.
Dan kita hanya bisa merunduk. Tak ingin menyakiti yang lebih dulu menggenggam. Namun tak sampai hati menggurat sembilu pada diri sendiri.

Sebelum kau kembali kesana, kau titipkan padaku sebuah gelang. Kau bilang, itu kesayanganmu. Dan juga segera menjadi kesayanganku. Seperti penghubung rindu, pengingat rasa.
Di saat aku hanya duduk terdiam memandang, tak hanya wajahmu yang muncul, tetapi juga sayup-sayup wajahnya.

Aku butuh jawaban.
Dan aku dapatkan 
Meski tak sampai seminggu bertahan di pergelangan.
Meski aku harus membongkar semua benda.

Aku menghubungimu.

'Gelang hilang', hanya itu yang terucap.
Kau tidak menjawab.
Hanya diam yg menemani sampai akhirnya hubungan telfon terputus sendiri.
Mungkin kau teringat dengan gurauanku, 'makasih gelangnya. Jadi ngga enak. Aku jaga ya. Tapi kalo ilang, tandanya kita bener-bener ngga jodoh. Kamu balik ke calon pacarmu sana'

Kita temukan jawabannya.

Lagi.

Hanya dengan sapaan singkat, kita mulai pembicaraan di petang itu. Di kala senja sedang asik menjingga, kitapun sedang asik tertawa.

Entah sudah berapa lama kita tidak jumpa. Terakhir kali sepertinya saat aku tidak sengaja menumpahkan kuah bakso di bahumu, lalu kau malah menenangkanku dan berkata 'tidak apa-apa, aku bawa baju ganti kok'
Dan sebagai penebus rasa bersalah, aku pasrahkan setengah mangkuk bakso padamu.

Kau tahu?
Aku masih mendengarkan lagu yang pernah kau dengarkan padaku. Ketika aku hanya menggeleng ketika kau tanya siapa yang memainkan gitar itu. Aku masih ingat ekspresi wajah menyebalkan itu, seolah selama ini aku hanya tinggal di pedalaman desa karena tidak tahu lagu itu.
Aku masih memutarnya hingga sekarang. Di pagi hari, di awalku mau memulai sesuatu, dan dikala aku merasa sedang jatuh serta perlu bangkit lagi.

Kau masih sama. Selalu memulai membuka topik pembicaraan yang tak penting, tapi tak sampai hati juga aku menyudahi. Meski aku hanya membaca huruf-huruf di layar, rasanya aku bisa membayangkan ekspresi wajahmu saat bercerita.
Semoga masih seperti itu, karena ekspresi itu yang selalu membuatku betah memandangmu, ikut tertawa saat kau tertawa, dan menghela napas dalam-dalam saat kau mengantarnya pulang. Sambil menggandeng tangannya. Pamit padaku.

Coba kuhitung.
Aku jatuh hati padamu sejak tujuh tahun yang lalu. Dan kini, aku merunduk lagi. Mencari.

Hatiku jatuh lagi.

Semangkuk soto

'Selamat pagi, Cantik!', sapanya renyah pagi ini.

Aku hanya menyambut sapaannya dengan senyum singkat. Dilanjutkan dengan menghela nafas panjang. Lalu cemberut.

'Kok cembetut gitu? Kan masih pagi'

'Aku capeeeek', jawabku pada akhirnya

'Kenapaa? Jelek ah pagi-pagi udah ketekuk gitu mukanya'

'di kantor kerjaannya ngga abis-abis. Belum lagi si temenku itu lagi nyebelin. Maklum, baru punya pacar. Trus ini gajian juga lama banget deh ditungguin ngga dateng. Aku pengen jalan-jalan. Pengen ke pantai. Atau kemana kek gitu. Yang pasti pengen pergi aja dari sini dulu. Oh iya! Belum lagi nih ya bos aku yang dari Oz juga dateng. Maaaaaak! Seminggu depan bener-bener bikin kumisan deh!'

'Hahaha. Aku baru tau kamu bisa kumisan. Keturunan lele ya?'

'Iiiih nyebelin malah aku dibilang lele!'

'Abis kamu yang bilang tadi kamu kumisan'

"Oiya ya ya. Hahahaha. Tau aaaah aku sebeeel!

'Masih sebelnya?'

'Ngga sih'

'Nah gitu dong. Masa udah ketemu aku masih kesel juga. Udah buruan gih, nanti kamu telat masuk kantor'


'Ra! Oy! Buruaaan. Udah jam berapa iniii. Lama amat makan soto aja. Mangkok sampe diliatin gitu. Pacaran lo sama mangkok sekarang?!', Manda memanggilku.

Aku telah selesai. Dengan semangkuk sotoku di pagi ini. Semacam sebuah pemantik semangat. Mungkin aku sudah benar-benar akan gila. Jika Ia memang benar-benar hidup. Aku pasti akan punya 5.5 menit.
Bercerita.
Dengan semangkuk soto.

Sunday, May 19, 2013

This is not goodbye

Literally. Bcz now you are in her hand.

Yes, we're not talking abot human here. Ini tentang bb akooooh. Kemarin resmi berpindah kepemilikan. Ke tangan ade saya yang hpnya udah ngga mau nyala.

Seperti halnya benda-benda lain yang saya miliki, si bb ini juga punya sejarahnya tersendiri. Kala itu....

Saya baru masuk ke kantor pertama saya (yang sekarang juga masih saya masuki). Posisi saya adalah sebagai HR officer. Yang paling bungsu. Yang levelnya persis di atas anak magang. Yang tetiba jadi macamnya pusat kontak karyawan buat ditanya ini itu. Saya sempet frustasi. Lalu mikir gimana caranya supaya bisa membangun hubungan baik dengan orang-orang disana. Lalu saya putuskanlah untuk beli si bebe ini.

Berbekal uang tabungan, melangkahlah kaki ke gramedia dan beli si bebe disana.
Pertama make langsung bingung gimana cara pakenya. Nanyalah kesana kemari. Sampe akhirnya fix pake si bebe dan si hape cekres. Berasa keren pake 2 hp. Yang kemudian langsung merasa kere.

Sama sekali ngga maksut buat ikut gegayaan pake bebe. Niat saya waktu itu pure buat mendekatkan diri sama orang-orang kantor. Tapi ternyata, si bebe jadi salah satu saksi bisu kehidupan saya 2 tahun belakangan.

Dari mulai dikenalin sama ini itu, deket sama ini itu, berantem, manja2an. Pertemuan. Perpisahan. Kerjaan. Bete. Curhat. Semua. On top of that, it was my own thing that i bought with my own money. Something to be proud of.

Sampe akhirnya saya memutuskan untuk berpisah. Bukan karena ngga cinta. Tapi karena restu orang tua.
Oke, bukan juga.
Karena udah mulai pegel juga si bb sering hang. Dan tergiur buat ganti hape baru *muihihihihihi* dan kebetulan si ade juga hpnya rusak. Jadi lumayanlah. Sempet bingung juga mau dikemanain soalnya.

Meskipun agak beratnya udah nyaman banget sama bbm. Tapi yaudahlah. Masih ada sosmed lain. Let us back to the old style. Saving phone contact. Masih ada juga aplikasi komunikasi lain yang bisa menghubungkan.

So, this me now without si bebe. Plus eyke ganti nomor hape juga.

Terimakasih bebe! Selamat bersenang-senang di tangan si ade!

Monday, May 13, 2013

Short escape - Pari Island

Kalo bahasa aslinya: pelarian 17 anak stres. And it was a very bery great escape! Cant hardly wait for the next one. Thanks teman-temin!

 

Template by BloggerCandy.com