Skip to main content

lagi suka lagu apaaaa??

kalo saya lagi sering dengerin lagu-lagunya Padiiiiii!
yang di album 'Sesuatu Yang Tertunda'. apalagi yang lagu 'perjalanan ini'.

ku alunkan rinduku selepas aku kembali pulang
tak akan kulepaskan dekapku
karena ku tau pasti aku merindukanmu
seumur hidupkuuu..

-perjalanan ini


ngga tau ya, itu kaya mengantarkan saya kembali ke jaman-jaman sekolah dulu. pas SMP kali ya. waktu masih sekolah di Muhammadiyah, belum pindah ke SMP 11.

buat saya, Padi itu salah satu band yang longlasting. ngga kacangan. musiknya enak. suara vokalisnya juga begitu-begitu aje.
aaah saya suka sekaliiiiii.
atau yang ini,


memelukmu ku ingin..
menyentuhmu ku ingin
dan mengucapkan sepatah kata..

-patah


teruuus, saya juga lagi suka dengerin Pump It nya Black Eyed Peas *eh kumaha eta tulisana? poho euy.ehehehe*
terus terus teruuus, suka Malam Biru nya Sandy Sandhoro juga, Everyday I love you- Ronan Keating.hmmm. apalagi ya. sisanya paling Depapepe.

saya sangat suka musiiiik. walaupun ngga bisa mainin alat musik.tapi saya pendengar setia musik.seharii aja ngga denger musik, pasti hari saya sepi *cailah*

Comments

Popular posts from this blog

Dari Nona ke Nyonya

atau dari karyawati menjadi ibu rumah tangga. Keduanya sama-sama butuh proses, sama-sama butuh banyak belajar. Sama-sama butuh ilmu ikhlas. Pernah denger ada temen yang bilang 'pengorbanan lo buat Byan itu luar biasa' Kucuman bisa bilang alhamdulillah. Sambil senyum dikit. Walaupun ada sebagian diri yang sesak. Rasanya pengorbanan itu terkesan ada pihak lain yang merasa tersiksa (haha!) while gw sangat menikmati perjalanan ini. Let me tell you a short (not sure) story then.. Pas jaman-jaman kecil itu, keluarga gw bisa dibilang hidup berkecukupan. Dalam artian, pas mau makan, berasnya ada. Cukup. Ngga berlebih. Walaupun lauknya kadang indomie, somay abang-abang lewat, sop, atau bakso (abang-abang lewat juga). Papihe kala itu punya dompet isinya kartu nama, ktp, sama fotonya Mbak Kakung dan Mbah Putri. Jarang banget gw liat ada duit disana. Yang belakangan gw tau kalo semua gajinya ya udah dikasih ke Ibu. Plus potongan cicilan rumah. Jarak rumah ke kantor kurang le...
 I never thought that loving someone could be this painful.  Diam ketika semestinya bisa berteriak.  Menangis dalam diam ketika semestinya bisa menggerung.  Tetap ada disana ketika semestinya bisa berpaling dan menjauh.  Bukan pisau yang melukai, justru bentakan yang meluluh lantakkan.  Memutuskan untuk tetap bertahan dan seolah tak perduli ternyata bisa sebegitu menggerus hati.  Membuat tangis tak lagi hanya berupa air mata.  Dan bodohnya adalah keinginan itu tetap ada.  Untuk diam-diam mendoakan. Menyisihkan sebagian jerih payah untuk mewujudkan suatu keinginan.  Bukankah itu yang dinamakan mencintai? Bukankah mencintai dan melihat yang dicinta bahagia adalah tujuannya?

Sepotong Rasa dalam Diam #1

Aisya Soraya. Siapa yang tidak mengenal nama itu. Biasa disapa Aya. Mahasiswa tingkat 3 yang cantik, pintar, namun tetap bersahaja. Dia pernah mengikuti kontes kecantikan, dan menjadi juara 2. Pernah pula membintangi beberapa iklan dan hingga kini, masih menjadi presenter sebuah acara berpetualang ke daerah-daerah di Indonesia. Dia satu angkatan denganku. Cuma beda popularitas dan segala kelebihanya tadi. Hehe. Itu sih bukan ’cuma’ ya.