Skip to main content

Ticul?

Hellooo!

Nama saya berdasarkan surat lahir adalah Kartika Damayanti. Kartika, artinya bintang. Jadi ngerti kan kenapa layout blognya bintang-bintang?
Nama panggilan saya ketika di panggung pas ngeronggeng kampus adalah Ticul. Kalau ada yang manggil saya Tika, bisa dipastikan mereka adalah teman-teman sekolah atau orang-orang yang berkenalan secara formal dengan saya. Saya adalah penggemar berat makanan, musik, dan buku. Alasannya adalah karena saya ngga mudah gemuk meskipun makannya kaya orang kalap, setiap hari pasti harus mendengarkan musik meskipun kalau nyanyi pasti sember, dan suka penasaran sama sebuah buku, alias ngga suka menunda-nunda menyelesaikan suatu bacaan.

Selain itu, saya sangat pemalu dan bukan orang yang bisa membuat kesan pertama yang baik. Untuk masalah pemalu, saya sudah meyakinkan kepada seluruh orang yang kenal dengan saya. Hasilnya, 98% ketawa ngakak, 2% pura-pura percaya tanda kasihan. Sedangkan untuk pembuat kesan pertama, mungkin karena (katanya) muka saya jutek. Yiih, ngga tau aja kan kalo saya sebenarnya orang yang lemah lembut serta gemar merajut.

Saya suka nulis. Saya suka cerita. Tapi kadang, kata lebih gampang diketik daripada diucap. Satu-satunya masalah adalah mood yang suka menghambat keinginan saya untuk menulis di blog ini. Jadi, kamu-kamu mungkin akan sering menemukan tulisan saya yang antiklimaks. Kalau masih suka, silahkan baca-baca tulisan saya yang lain. Kalau enggak, baca doooong, yah yah pliiiiiis saya juga ngga maksa kok. This is my page, my world through my words. So please, enjoy :)


Popular posts from this blog

Between blood, wall, and myself.

Hubungan gw dan darah selama sebulan ini sangat erat. Ketika gw tespek dan hasilnya muncul 2 garis, gw ngga bisa ambil adegan kaya kebanyakan pasutri yang baru nikah dan girang karena hasilnya positif. Hence, gw malah bengong. Because prior to that result, gw bleeding yang gw kira datang bulan. Kalau ternyata ada hasil garis 2, kenapa beberapa hari sebelumnya gw berdarah?
Dan dari sanalah semuanya bermula.
Selang sehari setelahnya, gw dan Irwandi memutuskan ke obgyn.
Dokter pertama, menanyakan udah berapa tespek yang gw pakai. Gw bilang 3. Trus dia intinya bilang ya kalo udah ada hasil tespek, hasilnya berarti positif. Toh gw udah telat haid juga. Then gw kembali mengulang info yang sepertinya dia ketelisep, bahwa haid terakhir gw adalah 5 Juni, bukan 5 mei. Langsung dokter meralat ucapannya. Beliau bilang, berarti ada sesuatu. Yang dalem hati gw sautin that's why we're here, Sir. Beliau melakukan pemeriksaan usg transvaginal. Yang belum nikah dan belum tau, silahkeun googli…

Melepas balon ke udara

Satu, dua, tiga.
Perlahan membumbung tinggi ke udara. Melesat perlahan dari genggaman.

Kadang,
warna warni itu indah justru tidak pada genggaman. Tapi pada kebebasan.

33 weeks and 1 day pregnant

Kalo kata aplikasi pemantau kehamilan sih gitu. 33 minggu men! Batas normal melahirkan itu di 37 minggu, means 4 minggu lagi. Kalo ada pertanyaan 'gimana rasanya? deg-degan ngga?' honestly gw pun tak tahu.

Mungkin karena gw terlalu 'enjoy' untuk menjalani proses demi proses, adaptasi demi adaptasi. Dan gw masih amazed sama diri sendiri, ternyata kehamilan bisa bikin gw kaya gini ya. Emangnya apa aja perubahan itu?

Perihal makan. Awal-awal kehamilan itu gw jadi anti banget sama nasi dan sate padang. Anti-sama-nasi. Sedih bingit. Makan, huek, makan lagi, huek lagi. Cuman gw teguhin pendirian bahwa kalo gw huek-huek mulu, yang ada nanti yang diperut ngga dapet makan. Jadilah abis huek gw paksain makan lagi. Huek lagi? Ya makan lagi. Terus aja gitu sampe gendut. Alhamdulillah di trimester pertama gw tetep naik berat badan.

Gw jadi suka makanan yang disukain Pak Suami. Yes, gw yang yang tadinya pencinta tempe, beralih ke tahu. Jadi doyan tumis kangkung. Jadi doyan minum air…