Tuesday, December 23, 2014

Akhirnya..

Salah satu orang yang punya peran ngga kecil di hidup saya, kemarin tanggal 21 Desember 2014 akhinya resmi jadi istri orang. Seneng? Iyalah. Sedih? Sepertinya harus diakui, iya sedikit. Tapi ketutup dengan senengnya. Akhirnya, doi bisa mewujudkan impiannya nikah pake dua adat yang make upnya harus dibongkar total.

You looked good in Sundanese, and looked stunning in Jogja's traditional clothes.
I am really happy that you finally found your other half. I don't know him in depth, but I'm pretty sure that he will make you happy.

You're not my friend.  You are more than only a best friend.
You are family. You are my sister.
I couldn't hold my tears when I see you set with your dress and make up.
You look beautiful, beyond the colors.

This is your new chapter of life.
I pray for all goodness in this life come to you, to your family.

Happy wedding, dear Sessa & Bowo :)


Thursday, December 18, 2014

Observasi

Makna sesungguhnya: kepo.

Sejujurnya, saya senang sekali bisa belajar dari orang lain. Belajar dari cara mereka bicara, mikir, gimana mereka bikin kesalahan, gimana mereka meraih sukses di jalan masing-masing, banyak deh.

Mungkin kalo FBI butuh karyawan, saya bisa dijadiin pertimbangan karena daya observasi dan investigasi saya sangat kenceng *lah trus bangga*
Saya senang blog walking, atau nelusurin fb atau twitter atau bahkan visit path untuk cari tau banyak tentang seseorang. Ini coba kita samakan persepsi ya, bahwa tujuannya adalah untuk kebaikan. Buat gosip sih yaaa pernah sih yaaa tapi abis itu langsung ngerasa bersalah -______-

Kembali ke perihal observasi.
Iya saya seneng banget sama proses hidup seseorang. Seringnya bikin saya iri, tapi ngga jarang juga malah bikin saya mikir. Intinya sih, hidup ini adil banget men.

Ada orang yang terlihat sempurna di masalah pendidikan atau keluarga, tapi ternyata dia punya cerita ngga enak di hal yang lain. Atau di keluarganya bahagia, ngga taunya di hal lain agak merana.
Justru itu yang bikin hidup masuk kategori adil kan?

Ujung-ujungnya yaa jadi bikin diri sendiri bersyukur aja sama yang dipunya sekarang. Abisan mau keki macam apa juga ga guna, ngga akan ngerubah kenyataan dalam waktu singkat. Tapi setidaknya jadi bisa belajar banyak. Belajar buat menumbuhkan keinginan untuk belajar masak, jadi anak yang baik, jadi pasangan yang baik, jadi calon istri yang baik, jadi calon ibu yang baik, jadi karyawan yang baik, jadi ini itu bla bla bla.

Fyuh.

Kan katanya pengalaman itu adalah guru yang baik. Dan ternyata pengalaman orang lain itu sangat bisa jadi guru yang sangat sangat sangat baik.

Ini kicauan tengah hari, tengah waktu kerja, dan tengah melawan ngantuk.

Tuesday, December 16, 2014

Tercekat

Seringnya otak sudah memproses kata, bertahap menuju kalimat, lalu mentah begitu saja ketika sampai di ujung lidah.

Sunday, December 14, 2014

Tigabelas

Orang sih pada bilang kalo angka tigabelas itu angka sial. Tapi ngga tau kenapa, kayanya justru angka itu selalu terhubung sama saya. Untuk cerita baik atau rada ngga enak. Yang pasti jadi punya arti.

Kaya kemarin, tiga belas yang ke empat. Ngga dirayain sih, cuma another session of makan gendut, ngobrol, liat2an geleuh, sama drama 'udah sana pulang - iya 10 menit lagi - lalu jadi plus 3 jam dari jam pertama nyuruh pulang'

You are still the winner deh :)

Friday, October 17, 2014

Mungkin ini yang namanya jatuh cinta. Rasanya kadang menyerusup ke anatomi entah bagian apa. Tapi rasanya ada, jelas. Kadang ngilu karena rindu, kadang nyeri karena rasa yang terlalu menggebu.

Ada waktunya aku hanya ingin melihatmu tanpa suara. Setidaknya aku yang otomatis mematikan indera pendengaranku. Lalu menikmatimu layaknya memandangi sebuah karya lukis. Indah, dan tak perlu diiringi untaian kata ini itu.

Senyummu masih jadi juaranya. Rasanya akan langsung melemparku pada awal kita bertemu.

Ada kalanya juga aku menikmatimu sambil terpejam. Membiarkan gema suaramu memenuhi kepalaku. Kadang menjadi nyanyian, ataupun panggilan.

Dan ada waktunya ketika aku ingin menikmatimu dengan utuh. Kamu yang bercerita, kamu yang membuatku tertegun, kamu yang tetiba marah, kamu yang melucu, kamu yang mulai merangkum semuanya menjadi rindu.

Kamu,
Aku, padamu.

Tuesday, October 14, 2014

tentang niat menjadi langsing

saya lagi ngga akrab sama timbangan. belakangan ini, timbangan selalu nyakitin saya. masa beda hari beda angka. mending kalo geser ke kiri. ini ke kanan. konsisten sih gesernya. tapi konsisten nyakitinnya juga.
jadi saya putuskan untuk ngga sering-sering nimbang.

berbekal luka perih itu, saya mulai memasuki area yang cewe banget. satu kata yang paling ngga saya banget. satu kegiatan yang bikin keluarga saya, khususnya papihe sedih. diet.

setelah browsing sana sini, akhirnya nemu yang namanya diet mayo. inti dari diet ini adalah no salt, no rice, no ice. terjemahannya adalah ngga bisa makan nasi pake ayam bacem favorit dengan minum nutrisari dingin.
itu sedih.
sedih banget.

riset tentang diet ini saya lakukan semingguan. kenapa akhirnya saya tertarik? karena dietnya cuma 13 hari dan menunya udah ada, tinggal diikutin. hasilnya, bisa turun 5-10 kg, tergantung dari usaha, niat, kemampuan menelan makanan hambar, dan metabolisme tubuh.

lalu saya mengucap bismillah, seraya melangkahkan kaki menuju swalayan terdekat. mulai nyetok bahan-bahan makanan.
saya ngga bisa masak, tapi kalo sekedar rebus-rebusan, goreng-gorengan aja sih, masih optimis.
sempet ketunda juga seminggu karena alesan ini itu. akhirnya jumat minggu lalu mulai hari pertama diet mayo.

Hari pertama.
di kantor. masih kuat. sarapan cuma air putih sama teh. siangnya makan bayem rebus sama kentang plus tomat. sorenya makan daging goreng sama selada.
masih bernyawa.

Hari kedua.
di rumah. mulai syedih. jadi ngga laper sama sekali. malah mual. ayam rebus ngga pake bumbu apa2 trus dikunyah itu rasanya kaya nelen kenyataan pait. susah banget ditelen. pas malem diajak papihe ke cinere mol, udah mulai geliyengan dan migrain. sampe rumah malah makin parah. plus akhirnya itu makanan keluar semua. nyoba ngga minum obat sampe pagi, tapi ternyata pas bangun, migrennya masih ada.
nyerah.
nenggak obat.

akhirnya dengan pertimbangan panjang dan restu dari papihe maupun si aang, sayapun kembali ke pelukan nasi uduk di hari ketiga.
baru kali itu rasanya kangen banget sama nasi uduk. ngunyahnya aja ampe pelan-pelan banget.


berat sih pas nimbang turun 2 kilo. tapi saya rasa itu gegara emang ngga makan. sama depresi. dan ngga ngerasa seneng sama sekali sama hal itu.
i think diet is not my thing.

mending disuru maen bola deh daripada nahan-nahan makanan gitu.

kesimpulannya sudah jelas. saya gagal diet. tapi berhasil buat tau diri sendiri dan mengatasi sesuatu yang diluar kemampuan saya. saya ngga mau maksa-maksain menderita demi kurus. yaaa maksutnya kita masih bisa cari cara derita lain buat tujuan yang sama.
sejauh ini, saya kembali milih buat workout aja. kingetan kingetan dah biarin.
yang penting hepi.
ngga sakit.






dan bisa bebas makan ayam bacem lagi.

Wednesday, April 30, 2014

I'm repeating the song that I love the most for these past few days. And you just loved it as well. I saw that little heart icon appeared under the song.
And it turns to be a prayer this afternoon.

Tuesday, April 29, 2014

Weekend Gateway - Peucang Island, Ujung Kulon

Kayanya sekarang perlu menerapkan sistem impulsif. Dimana ada kata gateway, disitulah pangkal kebahagiaan *cailah*

Jadi ceritanya, Jumat 25 April kemarin saya dan teman-teman kantor pergi melarikan diri dari kejamnya ibukota. Kemana? Pulau Peucang, Ujung Kulon.

Denger cerita dari yang udah pernah kesana, agak-agak gerogi maksimem karena katanya perjalanannya jauh, jalanannya naik turun, rusak, gajluk-gajluk. Bisa 7 jam jalan darat, terus lanjut naik kapal menuju pulaunya 3-4 jam.
Berbekal hasrat mencari ketenangan dan kedamaian, saya tetep nekat ikutan. Browsing sana sini, makin mantap karena liat foto-fotonya bagus-bagus. Persiapan juga udah kece, dari mulai beli sendal gunung (padahal mau ke pantai) sampe minum pil kina. Soalnya di sana endemik malaria, jadi sebaiknya pencegahan aja. Plus salah satu jadwalnya adalah trekking hutan. Jadi yasudah.

Perangkat perang yang harus banget saya bawa adalah: tolak angin, antimo, panadol merah, fresh care, permen, minyak kayu putih, dan salon pas. Sisanya aman.

Dan bener aja lho yaaa, sampai disana kayanya capeknya terbayar lunas. Bahkan baru sampai dermaga aja udah kesengsem. Lautnya hijau tosca, bening, ikan-ikan kecilnya keliatan. Pasirnya juga putih. Cantik!

Udah ngga kepikiran buat duduk dan menggalau. Yang ada malah duduk, ngeliat ke pemandangan indah, trus jadi senyum-senyum. Rasanya sayang menikmati pemandangan begitu kalo pake mikirin hal-hal yang bikin sedih.


Ngga cuman mantai, tapi kita trekking entah berapa belas kilometer ya itu nerabas hutan. Pas sampe ujung, subhanallaaaaah baguuus!


Kita juga snorkeling tapi sayangnya saya ngga ada foto-fotonya. Dapet oleh-oleh dari snorkeling, punggung kaki bengkak nendang karang. Luka juga sana sini. Tapi worth it lah. 

Cuaca pas disana kebagian cerah hujan mendung. Tapi it's ok. saya dan teman-teman tetep enjoy. Pas pulangnya, kita dikasih kenang-kenangan sunset.


Lengkap deh senengnya kemarin. Even pas pulang ada sedikit accident yang menyebabkan saya harus sampe rumah jam 4 pagi di hari Senin. Tapi hati senang meskipun sampe sekarang masih berasa oleng kaya di kapal. Hehehe.

Can't wait for the next trip!



Tuesday, April 22, 2014

Memulai dari akhir.

Hari minggu pagi, ketika saya terganggu dengan getar hp. Getar pertama, saya tutup telinga saya dengan bantal. Getar kedua, saya geser hp menjauh. Getar ketiga, ok, awas aja kalo cuman watsap ngga penting.

Butuh waktu lebih lama buat ngucek-ngucek mata, scroll hp, baca ulang, dan berusaha mencerna pesan di watsap.
Kak Ella meninggal, cul.

Nggak lama kemudian, salah satu teman saya menelfon, juga untuk mengkonfirmasikan kabar yang sama.
Butuh waktu lama buat saya buat bisa mencerna, buat menerima kalau yang namanya Kak Ella udah ngga ada. Semalam. Penyebabnya apa juga saya masih belum jelas. Yang jelas saat itu cuman mandi secepatnya, menuju pasar jumat janjian sama Wuri, untuk ketemuan dengan Hanum di Antam.

Di sepanjang perjalanan saya buka-buka fesbuk, buka profile Kak Ella, dan lihat mulai ada ucapan belasungkawa di sana. Saya cuman bisa menarik nafas dalam-dalam. Lagi-lagi tentang kematian yang siapapun pasti ngga pernah siap. Dalam kondisi meninggalkan ataupun ditinggalkan.
Masih sambil bengong, saya liat di kanan kiri jalan. Ada janur melengkung. Entah siapa yang hari ini memulai hidup baru melalui pernikahan, sedangkan suami Kak Ella juga memulai hidup baru dengan kehilangan, bahkan Kak Ella sendiri juga memulai hidup baru, kembali kepangkuan Ilahi Rabbi.

Selalu ada awal baru disetiap akhir.Perjalan baru di setiap ujung jalan.

Saya liat lagi profile fb Kak Ella. Kak Ella baik, yang jadi tambah cantik pas mau nikah tahun kemarin. Saya bahkan masih merinding lihat foto nikahannya. Kak Ella ngga terlihat sakit, Kak Ella terlihat bahagia. Terus kenapa, ya Allah?

Allah yang punya kuasa, Allah yang punya cerita.
Kebaikan Kak Ella ngajarin saya banyak hal. Kepulangan Kak Ella juga membuka pikiran saya tentang banyak hal. Tentang sejuta pertanyaan kenapa.

Kehilangan uang 50rb aja sedihnya minta ampun. Bete lebih tepatnya. Putus pacar aja sedihnya kaya orang gila. Gimana dengan yang kehilangan rumah karena musibah? Gimana dengan yang harus kehilangan orang yang disayang karena orang tersebut harus kembali ke Tuhannya,

Di atas lantai 1 masih ada lantai 2. Di atas langit masih ada langit.
Yang dipunya sekarang, sangat perlu disyukuri.
Yang lagi diuji, bersabarlah.
Yang lagi seneng-seneng, jangan sombong dulu. Apapun bisa Allah ganti dengan kebalikannya dalam hitungan detik.

Note to my self.

Buat Kak Ella, yang tenang ya Kak di sana. InsyaAllah ngga ada lagi sakit. Allah sayang Kak Ella, disini juga banyak yang doain Kak Ella. Salam buat Kak Nomi ya. Salam juga buat Allah, titip pesen, Ticul nunggu jodohnya.

:)

Saturday, April 12, 2014

Hai!

Hem. Tes tes *ketok ketok mic*

Terlalu banyak hal terjadi selama beberapa bulan ini. Jadi cukup lama juga ngga ada waktu nulis. Ada sih, nulis report. Pft.

Ini baru bulan ke 4 di 2014 tapi rasanya sudah lemayan lelah. Tapi senang. Tahun ini ngerasain tahun baruannya di Masjid Nabawi, Madinah. Such a rare chance, huh?
Yes, it was a holy trip. More than that, it was a very meaningful moment to me, to my life, to my days after.

Beware of what you asking for to God. He will answer those prayer in a very unpredictable ways.
Very unpredictable.
Fyuh.

Work life?
Hmm, lemayan juga. Baru dapat bonus tahunan. Bisa buat ganjel-ganjel tabungan.

Love life?
Please skip.

Family?
Still to try to get used of my dad's absence because of his duty for every 2 weeks.

Health?
Ehm, proudly saying that I take 2-3 times to exercise. Me anak gym bok ih waw kan yes?

Friendship?
One of my very bery best person got engaged last month and I feel very extremely happy. OK I was lying.
She is my best friend. I can tell anything to her. She and her family are so so so so so kind to me.
And now she is on her way to be someone else's wife. Lil bit insecure, afraid that I'm gonna lost her. Okelaaah lebay.

Age?
I don't remember about being 26 six this year. Still single is the new sexy tho.

Hokaylah. Itu sahaja sekelebat cerita penting penting ngga penting dan ngga genting.
Salam manis selalu dan selamat berakhir pekan dengan orang-orang tersayang.
 

Template by BloggerCandy.com