Skip to main content

Posts

Showing posts from 2012

Clavicula #1

9 September 2012
Tanggal 9 baru aja di mulai, gitu juga dengan penderitaan saya. Sebelumnya, sabtu jam 9 malem ternyata bapak muncul. Ternyata dia bisa dapet tiket untuk pulang setelah dapet kabar saya nyusruk. Alhamdulillah.
Keluarga juga pada dateng. Lagi-lagi cuma pada istighfar dan bermuka tiba-tiba sendu pas liat saya. Saya jadi penasaran. Emang segitu ringseknya?

Malem itu saya dijaga bapak. Dia duduk di sebelah tempat tidur, tidurnya dengan naruh kepala di sisi tempat tidur saya, pasrah kebangun tiap sejam buat benerin posisi tidur saya. Semaleman itu saya ngga bisa tidur, bahu rasanya sakit naujibile. Senderan kasur harus di naik turunin untuk ngurangin rasa sakit. Giliran pas saya bisa ketiduran, eeh pasien sebelah saya tidurnya bunyi. Ya bikin saya kebangun dan meringis. Broh, saya ngantuk broh..


Sampe akhirnya subuh, masih belum bisa tidur enak. Ngantuk tapi sakit. Gerak dikit sakit. Rasanya kaya ada yang nusuk-nusuk di bahu. Saya paling cuman bisa nangis. Air mata cuman keluar …

Clavicula --Prolog

Menurut saya, ngga ada hal instant di dunia ini. Even mi instant, tetep harus dibuka dulu bungkusnya dan harus dimasak dulu buat bener-bener jadi sajian mi rebus. Oh, mungkin ada deng. Kentut. Tinggal melebarkan pantat, lalu berhembuslah. Tapi sayang, bukan kentut yang jadi bahasan.
Instant. Sesuatu yang cepat dan praktis. Kalo bisa, saya mau banget penyambungan tulang yang instant. Ngga pake ribet dan ngga pake sakit. Ngga pake ngerepotin orang banyak dan pastinya ngga perlu ngabisin uang. Ternyata bukan itu pointnya. Mungkin, saya dianggap sudah cukup belajar dan ini waktunya ujian.
Sabtu, 8 September 2012. Pagi-pagi mata saya rembes. Hari itu sahabat saya wisuda. Profesi. Dengan nilai yang sangat amat memuaskan. Saya ingin hadir di sana. Saya mau memberikan selamat dengan ekspresi muka paling bahagia. Alasan lain, karena dia wisuda bareng anak2 S2-S3. Yakali nemu jodoh juga. Oleh sebab itu, pagi itu saya mengakui bahwa saya tampil kece maksimem. Dengan tampilan yang tidak biasa. …

Eid Mubarak!

Aaaah finally bisa mudik kemari *bersihin sarang laba-laba*

Selamat hari raya Idul fitri temaaans!
Semoga berkah ramadhannya bisa meresap hingga ke nadi kita ya. Supaya selama 11 bulan kedepan kita bisa hidup lempeng lurus kembali ke jalan Allah. Amiiiin.
Mohon maaf yaa kali saya ada salah-salah kata, salah perbuatan, atau juga salah-salah tingkah :)

Duapuluhempat.

Saya baru tau cara menyebut namanya dengan benar itu di tahun ke 3 perkenalan kami. Caesaria. Dibaca 'sesaria' bukan 'kaesaria'. 
Saya juga ingat ketika awal kenal, saya bahkan ngga ngeh kalau dia adalah bagian dari kelompok. Sampai pernah ketika salah satu dosen memastikan jumlah kelompok kami, dia langsung menunjuk dirinya juga sebagai bagian dari kelompok. Karena namanya belum disebutkan. 
Saya sempat sedih karena harus mengulang salah satu mata kuliah yang menurut saya bisa bikin kejang-kejang kalo ngulang sendirian. Tapi ternyata saya perlu minta maaf pas tau bahwa dia jg mengulang mata kuliah yang sama. Akhirnya kita ambil kelas yang malam, dan saya ngga perlu kejang sendirian. 

Saya sempat setres ketika ada di lingkungan baru dan bertepuk sebelah tangan karena ngga nemu org yang cuman karena tatapan mata, kita bisa ngerti kita nemu 'sesuatu'. Ketika saya atau dia sedang down, saya merasa kami bukan penghibur yang baik dengan kata-kata. Nasihat kami benar-b…

moving on.

It's like me start over again to write,
With white blank paper, with new pencil, with new letters, with new story.

Yes I'm ready.
Let's start, shall we?

Good morning :)

pamit

Terdinginkan ruanganku oleh suhu di luar sana.
Terhangatku oleh selimut tebal, doa malam, dan bisikan selamat tidur darimu.

Selamat terpejam, malam.

Life.

People come and go.
Heart turns into broken after flying high.
Tears fall and smile appears after.
Hope always there. Hide and seek.





Just saying.

noted, I will.

Di tengah-tengah kemumetan yang membadai, di sela-sela cerita soal ke-ngga-ngerti-an-lagi harus apa dan gimana, one of the best creature of God named best friend said these words to me:

Do whatever that makes you happy, Tik. Gw sih terserah, asal lo bahagia, gw ikut seneng.

*cengar-cengir*
Bismillah ya :)

kemarin, hari ini, esok, untukmu.

Untuk tiap kamu-kamu yang baik hati, yang punya kata-kata sederhana penghapus duka,

Untuk tiap kamu-kamu yang mulia,
Yang punya tawa untuk dibagi, yang punya senyum untuk ditularkan,

Untuk tiap kamu-kamu yang pemarah,
Yang punya tenaga lebih untuk mengetik kata dgn emosi, mencoba membangunkan rasio yang mati,

Terimakasih ya :)

goresan garis

Mulai kentara. Sebuah garis. Membagi dunia. Semakin lama semakin jelas. Warnanya semakin pekat. Membelah rasa.

Berharap angin hapuskan saja.
Berharap tak perlu ada. Sehingga tak perlu ada pilihan. Kaki menjejak dimana. Jemari menggenggam siapa.

Banyak tangan semakin ramai menggaris. Menebal. Menguat. Memekat.

Jangan paksa aku memilih. Karena tak akan pernah bisa. Jangan pernah dorong aku memilih. Aku hanya akan terjatuh.

Hapuskan saja garisnya. Sehingga tak perlu memisah siapa-siapa. Tak perlu menarik atau menjauh siapa-siapa. Tak perlu membagi. Tak perlu.

see you soon!

Dan dimanapun langkahmu menjejak,
Disitulah doaku; mengakar hingga ke perut bumi, menjulang hingga ke ujung langit.

Dan ku titipkan rinduku pada tiap-tiap nyawa pada nafas disekelilingmu, agar kau tahu dan rasakan, aku selalu ada.

Jika tiba malam di langitmu, rangkailah gugusan bintang-bintang itu dari setiap cerita yg pernah kita buat.
Itu kita.

Dan jika fajar mulai menyeruak di pekatnya batas malam, siapkanlah dirimu memulai satu mimpi baru. Aku akan selalu seperti setiap pagi, yang akan selalu menunggumu.
Disini.



I hope
life treats you kind
And I hope
you have all you've dreamed of
And I wish you joy
and happiness

-I Will Always Love You, Whitney Houston

Kepadamu.

Kepadamu yang pagi ini selalu membuatku jatuh hati,

Senang sekali rasanya bisa mendengar lagi suaramu setelah sekian lama. Hampir tiga minggu. Yah, hanya tiga minggu bagi sebagian besar orang, tetapi untukku, tiga minggu itu rasanya lebih lama dari setahun.

Kepadamu yang pagi ini membuatku tertawa,

Lega rasanya melihatmu pertama kali sebelum aku memulai rentetan rutinitas hari ini. Dan aku akan tak sabar untuk bertemu lagi denganmu sebelum menutup hari ini. Bercerita tentang hari ini. Bercerita tentang lelahnya hari ini. Kadang aku curiga kau adalah ahli hipnosis yang bisa membuatku lupa dengan hal-hal yang ku keluhkan. Sisanya bisa kutebak, kita hanya akan tertawa-tertawa saja. Kau, selalu punya seribu cara untuk menghapus kerutan-kerutan di dahiku. Menggantinya dengan goresan lebaaaaar di senyumku.

Kepadamu yang pagi ini aku sadari sangat kusayangi,

Aku benci mengatakan ini, tetapi tadi diboncenganmu, aku melihat sudah makin banyak rambutmu memutih. Rambut hitam pekatmu kini sudah banya…

Sepenggal Bahagia Kami

Aku menikmati pemandangan di depan mataku ini.
Senyumnya sederhana. Sempat terhenti dalam hitungan detik yang singkat, lalu tergores lagi di wajahnya. Sesekali ia tertawa atas polah lucu anak kecil di hadapannya. Tak lama pasti ia akan katupkan kedua telapak tangannya di wajah. Tanda ia sudah tak tahan untuk tertawa lebih lepas lagi. Gerak kakinya ringan. seolah tak perduli pada setiap mata yang memandang. Seolah ia berhak menikmati setiap gerak bebas yang ia punya. Dan ia tahu itu.

Refleks akupun tersenyum. Lega. Bisa melihatnya sebahagia itu. Lega. Aku tak perlu lagi cemas.

Matanya akhirnya beradu dengan pandangku. Selain tersenyum, aku bisa apa? Dengan sedikit anggukan, aku pastikan bahwa aku tersenyum. Begitujuga ia disana. Kami tak perlu lagi berbahasa. Kami pernah memiliki rasa yang sama. Saat itu. Sampai satu titik dimana kami akan tetap bahagia meski tak bersama. Ku lepas tangannya, hari itu. Tak ada sedih, tak ada benci. Kami tahu, kami akan baik-baik saja.

Aku lanjutkan melangk…

just another blablabla

Sebenernya ini udah ready steady go buat tidur, tapi efek quality sleep selama weekend cukup bisa bikin mata ngga ngantuk, di jam segini.
Alasan.
Padahal mah lagi galau.

Besok udah masuk kerja aja. Perasaan baru kemarin hari Sabtu *kemarin palelu*
Dikasih libur banyak salah, dikasih masuk kerja juga salah. Manusia. Ngga pernah puas. Terus kenapa masih belum tidur?
Kan tadi udah dibilang. Lagi galau.
Tapi galaunya kenapa?

Pertama, kangen si babeh.
Lama euy perginya. Well actually biasanya juga pergi dines 2 minggu. Cuman yang ini beda. Perginya ke tempat yang selisih waktunya 12 jam lebih lambat dari disini. Ke belahan bumi sebelah sana.

Kedua, belum gajian. Alias bokek.
Kangen euy gajian. Lagi pengen beli sepatu, beli baju. Kalo dikumpulin nih ya, gw itu palingan 2 atau 3 bulan sekali ngerasain yang beneran pengen beli baju. Dan itu jatuh di bulan ini. Tuhaaaan, selamatkan tabungan sayaaaa (˘̩̩̩⌣˘̩̩̩)

Ketiga, untuk sebuah alasan yang ngga jelas, I got this awkward feeling. Its kinda complex …

#2 Kebertigaan Kita

Pertama-tama, ijinkan gw untuk kembali menggunakan sapaan gw elo di surat kedua gw ini. Karena nanti yang ada bakal geli sendiri bacanya kalo pake aku kamu.

Surat ini gw tujukan ke 2 orang yang gw kenal sejak pertama masuk kuliah. Yang sama-sama diatur oleh tangan-tangan ajaib sedemikian rupa sehingga bisa bareng di satu kelompok masa orientasi kampus. Lalu untuk selanjutnya karena huruf depan nama kita bererot K dan L dan L, jadilah kita sering ketemu di kelas-kelas kuliah sunah, psibang, logika, metpen, dan kelas-kelas wajib, seperti makan di kantin, touring di detos, atau nonton di margo.

Gw akuin, awal bareng sama kalian itu rasanya sulit. Sebagian diri gw rasanya kebelah-belah ngga keruan. Jadi suka nonton, jadi suka belanja, jadi suka nyatet, jadi suka meratiin dosen nerangin. Kaya irisan semesta di matematika, yang akhirnya ada sebagian diri gw yang ternyata serupa sama sebagian diri kalian yang lain. Dan seiring berjalannya waktu, irisan-irisan itu semakin lebar. Gw banyak meng…

another misuh-misuh

Abis nangis semaleman, bangun-bangun mata tinggal segaris. Puyeng dipake melek. Apalagi dipakein kacamata yang minusnya gede alaihum gambreng. Ditambah pilek pula. Baru permulaan, dimana pasukan pileknya lagi menginfasi daerah kepala sama idung. Berat cuy kepala rasanya.

Laper tapi males makan. Lidahnya rasanya pait.
Blaaaaaaaah.

#1 Hai hujan

Pagi ini masih saja kau buat sendu oleh air dinginmu.
Membuatku betah berlama-lama meringkuk dalam selimut tebal, sambil mendengarkan lagu-lagu kesayangan.
Bahkan mataharipun mengalah untukmu. Memberikanmu banyak waktu untuk berlama-lama menyentuh bumi.

Hai hujan..
Sampaikah juga kau ditempatnya?
Sedang apa dia sekarang?
Apakah masih berpeluk manja dengan mimpinya? Ataukah sedang bergerak bebas di luar sana?
Memikirkannya saja sudah membuatku rindu, sangat rindu.

Hai hujan..
Kau datang dari atas langit. Tempat Tuhan berada. Apakah Tuhan menitipkan rinduku melalui kau, untuknya? Semalam aku cerita banyak pada Tuhan. Ketika kau turun. Sampai aku terlelap. Mataku basah. Pipiku basah. Semoga Tuhan benar-benar percaya semua ceritaku semalam. Sehingga bisa titipkan pesanku untuknya melalui kau.

Hai hujan..
Aku rindu masa kecilku. Aku rindu bisa berlari bebas ke arahmu. Menari gemulai bersamamu. Tertawa sambil memejamkan mata. Membiarkan tiap-tiap airmu membelai manja wajahku. Dan kau tahu? Aku ingin …

Mbulet

Kangen sampe bikin nangis. Sesegukan. Padahal yang dikangenin juga belum tentu peduli. Padahal yang dikangenin bisa aja malah lagi kangen sama yang lain lagi.

Yah, mau gimana lagi :(

Velodrome

Pertama kali ke kawasan pulogadung ngga sendiri. Ngga berani, karena belum pernah. Tapi setelah itu, beruntung punya jalan lain untuk bisa sampe ke kawasan industri itu. Tanpa harus lewat jalan raya rawamangun. Tapi tadi, terpaksa lagi buat kembali melewati jalan lurus itu. Yang tiap beberapa meternya ada halte busway.

Halte Velodrome.

Pernah bolak balik disana. Ada 1 lagi halte, lupa namanya. Entah balai rakyat atau apa. Letaknya persis di seberang GOR.
Pernah ketawa ngga bisa berenti disana. Pernah nunggu bis disana, dan berdoa kalau bisnya ngga apa-apa kalo ngga dateng.
Pernah liat ekspresi muka ngga terima karena dikasih tebak-tebakan yang garing. Berusaha setengah mati ngeles, tapi tetep aja ngga berhasil.

Tapi tetep, ngga ada yang ngalahin halte busway velodrome. Di sana, muncul keputusan kalo ngga perlu ada yang pulang sendiri. Ada keputusan buat pulang cepet dengan segala konsekuensi, buat nemenin. Ada tangan yang menjaga dari bahu belakang. Dan di bis, banyak cerita yang terbagi.…

Bahagia Itu Sederhana

Bahagia itu sederhana,
Ketika bisa bangun pagi, berangkat kerja tanpa macet, sampai kantor disapa hangat oleh siapa saja yang ada di sana.

Ketika bisa pulang kerja dengan masih sempat melihat matahari sore.

Ketika bisa memberikan tempat duduk kepada orangtua di bis.

Ketika bisa menghemat makan siang.

Ketika mendapat sms dari bank, tanda gajian.

Ketika sebuah keluarga menggelar tikar di tepian pantai. Berbagi cerita. Berbagi makanan.

Ketika masih bisa tertawa dan melempar canda bersama teman-teman.





Dan bahagia itu sungguh sederhana,
Jika kau ada dan tidak pernah memaksaku untuk pergi.

To Be or Not To Be.

[Posisi udah cakep di kasur. Plus selimut. Sambil dengeri lagunya Naif, Dimana Aku Disini]

'Kau yang slalu bilang slalu bilang, tuk tetap aku disini'

Beberapa hari ini, lagu ini yang lagi sering gw puter berulang-ulang. Sambil bengong. Sambil nerawang pikirannya. Tapi tenang, ngga nangis.

Its all about what God wants from me.
For the sake of balancing life or every kindness on earth, gw tekankan bahwa ini ngga semata-mata soal hati.

Kadang suka ngga ngerti aja ini idup mau dibawa kemana. Giliran pengen itu, adaa aja ngga bisanya. Giliran pengen ini, adaaa aja ngga bolehnya. Trus jadi bolehnya yang mana?
Apa Dia sengaja 'mainin' kita?
Atau justru kita sendiri yang belum ngerti bener diri kita sendiri?
Belum tau, sebenernya kita maunya apa.
Atau mungkin, tentang bagaimana kita memainkan pilihan-pilihan itu dalam hidup kita sendiri.

Let's make some example. Ngga usah jauh-jauh. Gw aja deh..

My future.
All I want to be in the future is to be a housewife. Waiting for my husband com…

Ingat ya :)

Ketika suatu hari nanti aku ternyata diizinkan untuk dicintai dan mencintaimu, satu hal yg akan kulakukan adalah menghambur ke arahmu dan memelukmu erat.
Sangat erat.
Dan tak ingin kehilangan lagi..

Hari ke enam..

Gerimis masih malu-malu membasahi sketsa alam di hadapanku. Membiaskan embun pada kaca jendela. Membuatku semakin erat memeluk kedua tungkai kakiku.
Dingin di luar sana, pasti.

Kau sedang apa?
Aku sangat rindu..

Untukmu Yang Untukku..

Menggengam rindu sejak kemarin, kemarinnya lagi, dan kemarinnya lagi.
Rasanya seperti ada sepojokan yang kosong.
Meminjam aksara yang telah ada, tapi rasanya tak akan pernah cukup.
Ini yang tak pernah terfikirkan oleh perangkai kata manapun. Di kala huruf-huruf itu tetap saja tak memiliki arti, tak secuilpun menggambarkan apa yang terdetak, apa yang mengalir di balik rusuk.


Berharap ada kata di atas rindu.
Berharap ada kata lebih luas dari rindu.
Berharap ada kata lebih dalam daripada rindu.

Senyummu.Bijakmu. Dekap hangatmu.
Itu yang akan selalu aku tunggu di sini.

Mungkin saat ini kita sedang mengembara di jarak yang Tuhan tentukan. Tapi aku selalu tak sabar menunggumu di ujung garis sana.
Menyambut senyummu. Menyambut genggammu. Melepaskan semua rindu ini.

Suatu hari nanti.
:)