Skip to main content

Posts

Showing posts from 2011

Semua Tak (akan pernah) Sama :)

..Sampai kapan kau terus bertahan
..Sampai kapan kau tetap tenggelam
..Sampai kapan kau mesti terlepas
Buka mata, dan hatimu.
Relakan semua.

(Semua Tak Sama, Padi)


For those, who still thinking that your past is bonding you and your future.
You are free. Make a walk, set your new life, wake up.

Rintik Malam

Yang ku tunggu beberapa hari belakangan ini akhirnya tiba juga.
Sentuhan air langit yg memercik hingga ke daratan.
Mungkin itu yg disebut dengan rindu.
Ketika gelap bahkan syahdu menyambut sang rintik. Ketika pekat memeluk erat rasa beku. Ketika senyap menggumam mesra pada setiap asa yang terjaga.
Dinginnya memaksaku meringkuk dalam balutan rasa entah apa. Seperti aku ingin membuat diriku menjadi dua, dan saling berpelukan satu sama lain. Mengerti apa yang dirasakan satu sama lain. Dan mengerti, ini akan berlalu.

Ini tentang waktu. Tentang luka yang membeku. Tentang rindu tak tertuju.

Kau pernah datang, sekejap, tak lebih lama dari ketika kala pertama mataku tak berkedip karena senyum renyahmu.Jika kusebut ini rindu padamu, rasanya tak sampai hati. Aku hanya inginkan kau datang sesekali. Bertingkah lucu dan bercerita. Sekali lagi.
Pagi-pagi sebenernya ngga asik nih kalo bete-bete. Taaapi, setelah saya pikir-pikir, ini not totally bete. Mungkin justru bisa bermanfo'at.

Gini,
Salah satu hal yang menurut saya penting selain udara atau air ketika di WC adalah teman. Saya, ngga akan bisa bertahan di circle kalo ngga ada temen. Skripsi saya ngga akan selesai cuman karena otak saya dan pembimbing skripsi, tapi juga karena ada temen yang ada ketika saya lagi mumet makjleng.

Saya bersyukurlah pada intinya punya temen-temen yang baik dan bertanggung jawab saat ini. Temen-temen yang selalu mendukung saya, ataupun menghargai lawakan saya, sekalipun itu garing.
Saya sayang sama temen-temen saya. Dan yang perlu saya jelaskan bahwa, sayang bukan berarti selalu membenarkan apa yang kita lakukan. Baik yang saya lakukan atau temen-temen saya lakukan.

Pas saya lagi salah, saya seneng banget temen-temen saya ngomelin. Ngebantah jalan pikiran saya yang salah. Sampe saya akhirnya diem, yang menandakan bahwa saya ngga perlu lagi ngeba…

couldn't adore you more :)

It was unplanned lunch actually,
And I have tried to walk away.

It was my stomach shaking over and over again,
And it's because of you. Because of the way you say some stupid words.
And we laughed.

What person are you, I really want to find out.
You just killed the time and I didn't realize that.
You are good, nice, and sweet.

Thank you for today,
Thank your for all laugh and the moment.

If you said you are tired,
More than that, I'm exhausted of adoring you in every single day :)

nothing else but thank you :)

ibaratnya lagi ada di padang gersang dimana yang ada cuman panas dimana-mana, boro-boro air.
Panasnya gersang bahkan udah sampe kepala, kalo naro teko di atasnya bisa jadi air panas.
Elu, dateng, ngga bawa apa-apa, cuma senyum, telinga, dan tawa.
Elu, dengan sabarnya basa-basi nanya, dan konsekuensinya, lu dengerin.
Ibaratnya, elu itu segentong air es yang diguyur Tuhan dari langit dan jatoh tepat di atas kepala gw. Bikin adem kepala. Bahkan sampe ke jempol kaki.


Untuk beberapa menit yang ngga nyampe jam-jaman, thanks ya :)

untuk seorang kawan.

Hai, Kawan.
beranjaklah sejenak dari peraduanmu. kemarilah. lupakan sejenak bayang kelabu yang menggantung di benakmu. mendekatlah. kita ciptakan lagi nada-nada riang tentang hidup. irama penuh warna tentang mimpi. alunan musik bermelodi tentang cinta.

melesap kemana senyummu, kawan? aku rindu lihat goresannya di wajah kerasmu. wajah penuh semangat dan ambisi. wajah penuh cita-cita.
sedang apa jari-jarimu kawan? aku rindu lihat tariannya di atas dawai gitar kesayanganmu.
pergi kemana suara merdumu kawan? aku rindu mendengar mereka melafalkan nada-nada indah penuh makna.

kau tahu kawan?
jika ku berjalan mundur, aku langsung tahu apa yang hilang dari keseluruhannya. dan itu kau. kau itu hebat, asal kau tahu. dengan adanya dirimu, aku bisa bernyanyi, bahkan rembulan seakan ikut menggumam meski dalam cahayanya yang terpejam. ingat bagaimana sang bintang mengerling centil saat kau nyanyikan lagu tentangnya? kau itu nyawa, kawan. untuk setiap benda tak bergerak. untuk setiap hayat yang terselip …

#11.28 pm

Meski baru menjejakkan langkah dalam jumlah yang belum terlampu banyak, mataku benar-benar terbuka pada akhirnya.
dan benar saja,
dunia tak selebar daun kelor.

hari ini..

random.

dimulai dengan hectic kerjaan seperti biasa. pagi-pagi udah dijutekin user karena kandidatnya minta diburu-buruin proses. sedangkan pihak-pihak terkait juga susah dihubungin.udara panas. angin juga panas banget. maafkan hambaMu ini yang banyak ngeluh, ya Allah, tapi tadi cuacanya emang ngga enak banget :(

gempa yang bikin kepala saya puyeng.
tambahan kerjaan yang muncul di akhir-akhir jam kerja.
waktu yang berasa lama banget jalannya.
sering ngeliat angka kembar dan ngga suka udah ngga sengaja liat.
dan yang terakhir,
tadi pengen banget nangis tapi ngga tau sebabnya apa.

bagus banget.

oooiya ketinggalan. efek dari cuaca yang panas banget: migren mulai menggerayangi kepala saya. oh men. semoga besok bangun pagi ngga tambah parah. besok udah janjian mau dateng cantik soalnya. dan yang pasti, saya butuh kepala dan isinya tampil prima besok.

by the way, cuaca emang lagi ngga bersahabat banget ya?
tapi tadi yang di depan musholla bersahabat banget deh *eaaaa*


have a good rest people :)

thank you.

thank you,
for being smart and silly at one time. good recipe to make me laugh everytime i feel down.

thank you,
for being sooo adorable, charming, and cool. framing your face is my hobby lately.

thank you,
for your morning greetings. It's like charging my low strength. Especially on Monday. Yes you are my savior!

thank you,
for your kindness, your smile, your shoulder, your texts, your coffe,
and thank you,
for coming.


i hope, i could still say these thousand thanks, 50 years from now.
:)


secangkir teh ketika senja.

aku telah berpakaian lengkap. aku pilihkan baju terbaikku untuk hari itu. aku rapikan rambutku. dan sedikit pemoles bibir berwarna pink pucat. hanya sedikit sebagai pemanis.

jam dinding sudah kulirik barusan. detiknya seakan berjalan mundur. lama sekali rasanya menunggu waktu tak kurang dari sepuluh menit. aku tunggu kau disini. di meja teras. dengan secangkir teh hangat kesukaanmu. dengan gula yang tak terlalu banyak. agar tak jadi penyakit, pesanmu. ku benarkan letak cangkir. Ku rapihkan roti kering manis disebelahnya. aku dan paket ini sudah siap menyambutmu.

dan, kau akhirnya pulang. deru kendaraanmu adalah suara favoritku. karena itu pertanda bahwa kau akan kembali. berhamburku ke arahmu. mencium tanganmu, tanda hormatku. Ku amati wajah lelahmu. Dan ku hanya temukan senyum hangatmu di sana. Kau selalu begitu, sayang. Tak ingin buatku khawatir atas juangmu hari ini.

Ku gandeng tanganmu, ku ajak kau ke sofa kesayangan. Kusuguhkan secangkir tehmu. Kau tahu kan? Di dalam teh itu ada …

Ketika hati ikut campur urusan skripsi

P: Nah ituuu, gw masih belum dapet deh Cul, apa ya yang enak buat dihubung-hubungin?
T: Naaah Put, ngga semua hal bisa dihubungin. Ada hal-hal yang ngga bisa dipaksakan untuk berhubungan *lantas kepikiran sesuatu*
...


P: Sidang skripsi itu apa aja sih Cul yang ditanyain?
T: Ya layaknya gw yang nanyain, kenapa skripsi lo judulnya ini, kenapa mau neliti ini, pentingnya apa? trus kenapa subjeknya ini? kenapa variabelnya ini?
P: Itu dia cul. Gw tuh orangnya suka ragu-ragu gitu. Suka ngga yakin gitu lho.
T: Kaya waktu sama si itu ya?
...

Sejurus kemudian, perdiskusian skripsi selesai dan diganti dengan:
eh tadi si itu ngapain aja di kantor? masih sama si cewe itu?




andaikan diskusi skripsi juga bisa selancar curhat..

setangkup rindu.

Pada harum tanah sereda hujan,
pada helai dedaunan yang tergulung sepoi angin,
pada ufuk fajar yang bersemu merah,
pada anak ombak yang berkejaran dengan riang dan memecah di batas pantai,
di situ,
terselip setangkup rinduku. padamu. tak terucap.



Yang tak biasa.

Adalah hari ini saya puasa, ikut majelis taklim bareng ibu-ibu pengajian komplek, dan mandi dua kali sehari.
Oke, yang terakhir itu menakjubkan. Tapi yang diurutan kedua itu lebih menakjubkan.

Berawal dari ajakan Ibu buat ikut solat tasbih sehabis solat magrib di rumah guru ngaji. Kata Ibu, "Ayo ikut solat tasbih, setidaknya sekali seumur idup. Nanti sekalian buka puasa di sana". Saya sama adek saya sempet enggan, ditunjukkan dengan jam 5 sore kita berdua malah karokean. Namun Ibu tetep gigih mengajak, sehingga yaudahlah ya, jam 6 sore kita berangkat menuju rumah ibu guru ngaji. Oh iya, ditambah iming-iming, 'Nanti dapet makanan buat buka di sana'.

Pas dateng, dikasih kue kotakan. Oh girangnya hati ini. Pas naik ke lantai atas, ngga taunya ibu-ibu yang lain juga udah pada dateng. Makin deket magrib, makin banyak yang dateng. Ada kali 30an lebih. Nah sebelum azan, sang ibu guru ngaji menyebutkan solat apa saja yang akan kita lakukan nanti. Lalu disebutkan bahwa 'Seha…

men(jadi yang ke)dua.

Ketika hatiku bernalar, maka ia akan semakin menendang jauh rengkuhan logika, dan aku akan semakin dekat pada pelukmu, yang memeluk dua hati.



Pulang.

Sore ini mengingatkanku pada beberapa bulan yang lalu. Saat kau datang dengan wajah masam dan serentetan sumpah serapah meluncur dari bibirmu yang menghitam. Pasti terbakar tembakau. Atau mungkin ganja? Entahlah. Yang pasti, sumpah serapah itu akan berhenti sebentar ketika kau duduk di sampingku dan menghela nafas dalam-dalam. Dan tebakanku benar.
"Laki itu brengsek! Sialan. Gua lagi cape-cape nyuci bajunya yang setumpukan, eeeh dia malah dateng bawa cewek. Sialan. Kurang ajar!" katamu tergesa-gesa sambil menyulut batang rokok.
tapi kau tetap betah.
"Ogah gua nyuci lagi. Ogah gua masakin. Ogah gua ngelayanin laki kaya dia. Brengsek. Gua udah susah-susah dandan, rela duit gua dipake dia, eeeh malah begitu dia. Dia kira gua lagi kaga ada di rumah tuh makanya dia berani bawa cewek masuk rumah."

Kami terdiam. Karena aku merasa tak perlu bicara apapun. Semoga cukup baginya telingaku bersedia mendengarkan.
"Gua udah kaga tahan dah begini mulu. Setan. Lo buruan beresin ba…

Benci untuk mencinta.

Demi senja, pantai, dan kelunya rasa yang merantai kata dengan sejuta makna. Aku ingin berlari dan kembali. Melabuhkan rinduku di ujung dermaga. Membisikkan cintaku lewat kelopak mawar putih dan surat yang kusisipkan di jendela kamarmu. Masih seperti tahun kemarin. Hanya melihatmu dari jauh dan bergegas pergi tanpa pamit. Aku benci hanya mampu mencintaimu seperti ini.


One message received.
-my lovely-
sayang,kamu pulang ke jakarta jam berapa? Kabarin ya biar aku bisa jemput di bandara.

Fun day of 3!

Judulnya apa banget deh.haha. Tapi ngga papah, 3 itu cukup *lokal*

Hari ini saya senaaang. Mengawali hari dengan mengunjungi kampus buat menjenguk Alitta yang sekarang sudah berjudul Alitta Gracianty Adimidjaja, S. Psi(sementara). Selamat ya Neng Bulbulitawatiningsih.cups. Selepas kegembiraan yang diwarnai dengan keceriaan dan foto-foto itu, saya dan Hanum beserta Sessa mempunyai banyak waktu luang sehingga kami memutuskan untuk bepergian bersama. Lalu tuing! Saya dan Hanum memiliki niat mulia yang sama: nonton Bang Johny Depp di The Tourist. Ah cakep dah.

Alhasil, kami bertigapun melesat dengan segera ke penvil.
Fyi, semenjak si Hanum itu bergelut dengan studi S2nya, kita itu udah jarang banget bisa jalan bertiga. Palingan saya sama Sessa, atau baru kemarin, saya bisa makan siang bareng Hanum. Makanya tadi seneng banget akhirnya bisa jalan bertiga lagi.

Well, sebenernya film the touristnya sih 'ringan' banget ya. Satu hal yang bisa bikin itu jadi berbibit bebet bobot adalah karen…

Diam itu emas.

Ibu: Mbak, ini hp nya Bapak ketinggalan. Duh gimana ya kalo ada telfon penting nanti?

Anaknya: Yah, gimana ya.

Ibu: Tadi udah Ibu sms sih ngasih tau hpnya ketinggalan... Eh, kan hpnya ketinggalan ya!

Anaknya: ... *mau nyaut tapi takut kualat*




antara lagu dan kenangan.

Cailah bener ye judulnya. Tapi tenang, kenangan di sini artinya luas.

Nah, mari kita mulai *apenye cul*. Iya, hubungan-hubungan mesra antara lagu dan kenangan itu. Jadi gini, saya itu kan penggemar berat musik, walaupun saya dengan legowo mengakui bahwa saya tidak bisa bermusik, apalagi nyanyi. Sendawa aja sember, apalagi nyanyi. Nah, kemanapun saya pergi, hal yang selalu saya bawa selain harga diri adalah seperangkat hp dan handsfree. Di hp saya tercinta itu, saya rasa lebih banyak nyimpen lelaguan daripada nyimpen sms. Nah (lagi), tiap dengerin lagu, biasanya saya sambil menerawang mikirin macem-macem. Atau, kadang kalo lagi dalam kondisi tertentu, biasanya saya suka ngulang lagu yang sama berkali-kali, sehingga terjalinnya suatu asosiasi yang kuat antara si 'moment' dan si lagu.

Misal. Pas saya dengerin lagu Kamu Yang Pertama-nya Geisha, itu memori saya langsung melesat ke Makassar, inget sama salah satu temen saya, si Ika. Soalnya waktu kita karokean, dia yang nyanyiin lagu …

kalo season 1 sampe 7 nya udah nonton?

Hanum: Cul, nonton ocean 11 yuk?

Yang diajak Hanum: Hah? apaan tuh?

Hanum: Film, di 21. Bagus loh.

Yang diajak: Yaah, kan gw ngga ngikutin 1-10 nya num.

ini lagi kesel ceritanya.

Sepertinya memang harus diakhiri. Apa hayo? Segala sesuatu tentang masa lalu.
Oke, ini kata pengantar untuk tulisan saya kali ini: Terakhir kali saya punya hubungan dengan seseorang adalah sekitar 2 taun lebih yang lalu. Di bulan Januari ini, which is sudah masuk ke 2 tahun lebih ini ya, saya udah ngga kepengaruh apa-apa lagi soal si orang itu, berikut apapun tentang hidupnya. Dan saya rasa saya udah ada di tahap itu, melupakan. eh ngga melupakan sih, lebih tepatnya merelakan dan menganggap bahwa oke, itu adalah masa lalu. Sialnya, saya hampir percaya sama diri saya sendiri kalo saya udah ngga bakalan kepengaruh apa-apa. Sampe semalem, ada sesuatu yang bikin saya tiba-tiba ngerasain sesuatu yang ngga enak banget rasanya. Gabungan antara sebel, marah, kesel, dan ya, sedikit cemburu.
Saya juga heran deh. Kenapa ya saya harus masuk ke dalem kategori manusia yang susah lepas dari masa lalu. Maksutnya, ini udah lebih dari 2 taun lho cuuul. Saya ngerti banget ngga akan pernah bisa dan sayanya j…

Mengawali taun 2011 dengan..

Pacar.
Nggak lah bo'ong banget *garuk-garuk tembok*.

Tapi ada yang lebih parah dari itu men. Apa hayo?
1. Ultimatum dari Yang Mulia Ratu Ibu, yang berbunyi, saya harus udah nikah di umur 25.
2. Si Bapak yang kurang lebih mengutarakan hal yang sama, namun plus embel-embel 'Bapak kan udah pengen nggendong cucu, Mbak"

Mampus kan tuh gue.

Oke, mari kita berpikiran jernih dan positif. Anggap aja itu adalah doa baik dari orang tua untuk anaknya. Cuman ketika saya teringat umur saya taun ini udah memasuki 23, jadi agak-agak dug-dug ser gimanaaaa gitu.

Kalo kata temen saya, saya sudah mulai memasuki midlife crisis, yakni masa-masa saya mulai butuh hubungan dengan lawan jenis dan kebutuhan karir juga. Nahkan.
Au ah.





Yesterday(s) and tomorrow(s)

Kalimat yang paling sering terdengar adalah: ‘waaah, ngga kerasa ya udah mau ganti taun’
PrĂȘt. Apenye ngga berasa. Buat saya mah taun 2010 ini berasa banget.

Awal taun ini, dimulai dengan semangat membara buat bikin skripsi sebagai salah satu syarat buat lulus jadi tukang sarjana. Dan semangat itu naik turun nukik nyungsep naik dikit nukik lagi sampe bulan Juni, dimana akhirnya saya bisa kasih hadiah ulangtaun ke diri sendiri dengan bisa sidang sekripsi di tanggal 23 Juni 2010. Well, proses pembuatan sekripsi itu bener-bener pengalaman yang amit-amit ngga bakalan mau saya ulang. Bener-bener mengurasa tenaga, air mata, dan tabungan pastinya. Ya bayangin aja. Saya jadi sering kram karena setres. Dan yang bikin kramnya juga gga penting banget. Cuman karena garuk punggung, atau ngangkat tas, atau nunduk pas mau masuk angkot. Dan setelah sidang+skripsi, semuanya ilang. Saya juga takjub.
Selain itu, skripsi juga sering bikin saya jadi angot-angotan, gampang marah, tumbuh jerawat , banyak makan…