Friday, December 24, 2010

Yang dimaui saat ini:

Doublecheese burger plus frenchfries plus milo.
Pengen baangeeet dari kemariiiin.
nyamnyamnyam.





Wednesday, December 22, 2010

tentang pilihan untuk senyummu.

hari ini memang ada dan nyata. namun jangan kau pikirkan untuk tersenyum hanya hari ini. ingat, masih ada hari esok.meskipun memang belum tiba. tapi kita sedang menuju kesana. dan hari ini, akan kita tinggalkan.


Selamat Hari Ibu :)







Untuk seluruh malaikat mulia di seluruh semesta bernama Ibu, terimakasih. Untuk tiap dekapan hangat, alunan nyanyian, kesabaran, sejuta cinta dan air mata.
Selamat hari Ibu :)




Tuesday, December 21, 2010

Dari Ibumu.

Lima menit yang lalu, ia masih merangkak kesana kemari. Bermain dengan boneka beruang besar kesayangannya. Kadang tangan kecilnya penasaran ingin memencet tungkai dispenser. Kemarin saat aku lengah, rupanya ia mencoba, dan senang. Ada air keluar dari sana. Saat aku menoleh, bajunya sudah basah. Aku ingin marah, tapi kemarahanku sirna ketika melihatnya tertawa dan bertepuk tangan.

Hari yang ditunggu.

"Mas, tungguin doong. Ayu capek nih.", seorang gadis kecil tampak terengah menuntun sepedanya.

"Iya, Mas tungguin. Lagian kamu bandel sih. Udah Mas Galih bilang ngga usah bawa sepeda, Mas aja yang boncengin", tidak ada nada tinggi yang terdengar. Ia justru mendekat, menyodorkan botol air minum yang sedari tadi menggantung di pundaknya.

Monday, December 20, 2010

Sepotong Rasa dalam Diam #2

Kemal Yordan. Sahabatku sejak SMA. Entah kenapa takdir memaksa kami untuk kuliah di tempat yang sama. Jurusan ini adalah pilihan pertamaku, tetapi pilihan kedua bagi Kemal.Pilihan pertamanya adalah Hubungan Internasional. Kemal ingin sekali menjadi diplomat. Biar bisa jalan-jalan keluar negeri gratis, katanya. Tanpa dia harus menjelaskan, aku sangat tahu bahwa dengan keenceran otaknya, Kemal punya peluang yang cukup baik untuk bisa meraih impiannya sebagai diplomat. Yang sampai sekarang ngga bisa aku terima adalah alasannya memilih jurusan yang sama denganku di pilihan kedua. “Biar kalo gw ngga lolos di HI, kan setidaknya gw bisa kuliah bareng orang yang gw kenal”. Alasan bodoh untuk orang sepintar dirinya.

Sepotong Rasa dalam Diam #1

Aisya Soraya. Siapa yang tidak mengenal nama itu. Biasa disapa Aya. Mahasiswa tingkat 3 yang cantik, pintar, namun tetap bersahaja. Dia pernah mengikuti kontes kecantikan, dan menjadi juara 2. Pernah pula membintangi beberapa iklan dan hingga kini, masih menjadi presenter sebuah acara berpetualang ke daerah-daerah di Indonesia. Dia satu angkatan denganku. Cuma beda popularitas dan segala kelebihanya tadi. Hehe. Itu sih bukan ’cuma’ ya.

Saturday, December 18, 2010

would you like to find another advice please?

oke sodara-sodara, di malam minggu menuju hari minggu ini, mari kita bahas mengenai mengapa di Indonesia masih banyak rakyatnya yang miskin.
cuman karena saya lagi duduk deket tembok, maka alangkah baiknya kita ganti topiknya, menjadi 'kalimat apa yang paling males didenger di suatu kondisi tertentu'.

Thursday, December 16, 2010

goresan di kala malam.

ada satu malam lagi telah datang padaku. pasti.
bagi kebanyakan mata disambut suka cita untuk terpejam. biasanya.
dan sebagian lagi tetap terjaga. sepertiku.

entah mengapa harus pada malam aku ingin bercerita.
anggap saja, karena tak ada orang yang mendengar. mungkin.
dan malam biasanya sunyi. seolah syahdu mendengarkan lontaran kata, atau gulir air mata. semoga.



"aku rindu. rindu seperti dulu. bebas. tak terkungkung pada rasa yang entah bernama apa. aku malu. malu selalu merindu. pada rasa yang sudah pasti tak pantas ada. aku resah. resah pada gelisah yang terpisah jarak. aku tak ingin menyakiti apapun. siapapun. bagaimanapun alasan egois di baliknya.termasuk diriku sendiri. sudah cukup aku berdiri di tengah pergelutan hati dan logika. Pun keduanya ada dalam diriku, tak sampai hati aku berpihak pada salah satu di antara keduanya. Dan akupun tetap gamang. Entah harus merindumu dengan cara apa, bagaimana. Inilah realita yang menyala dalam gelap. Kau, aku, kita sekalipun, telah berpijak di garis yang berbeda. meskipun hanya sejengkal. Namun rasanya, jariku terlampau jauh untuk merengkuh jarimu. Dari sejuta kata yang pernah ada, kata inilah yang paling benci aku sandingkan di antara kita. Kau, dan aku, kita berbeda. Cukup itulah yang menjagaku, agar tak lagi menguntai harap untuk melangkah. Menyebrangi jarak, meski hanya sejengkal."

Sunday, December 12, 2010

jadi aku ini mbakmu atau adekmu, maaas?

s: misi mba. 11.40 pm.

t: mari mas. awas di depan ada got.1:41pm

s: iya mba.hampir mas kesandung sama hati ade:D.1:42pm

t: oh, kirain kecebur di got cinta ade, mas.1:43pm

s: kalo mas berenang boleh de?*lol.1:43pm

t: silahkan mas. cuma cinta ade lagi surut..1:44pm

s: kan lagi musim hujan kok surut?.1:44pm

t: got nya lagi ditutup untuk umum mas.1:47pm

s: oh lagi perluasan ya kayak yang di thamrin.ahhahaha.1:48pm

t: ngga perluasan sih mas. lagi perbaikan..1:50pm

s: masih rusak? udah berapa tahun rusaknya?kamu lg dmana ade cantik?.1:51pm

t: baru sebulan yang lalu mas.
aku lagi dihatinya, mas..1:52





yah, beginilah kondisi warga ibukota. makin banyak yang setres. it was a little chit-chat with my friend on facebook, by the way :p

Saturday, December 11, 2010

meletus balon kuning, dor!

Di rumah. Bapak lagi bikin huruf-huruf dari kertas. Saya celingak-celinguk. Lalu, aha. Saya beli balon buat ulangtaunnya Kayla Sabtu besok. Yang diundang 10, tapi saya beli 15. Jadi mau nyoba dulu aah 1.

saya: *tiup-tiup balon* segini masih bisa gede lagi atau udah?

bapak: masih bisa *sambil tetep bikin tulisan*

saya: yang bener? nanti meledak pas mbak tiup lagi. kan jedir pi, bibir.

bapak: nggaaak. *masih sambil gunting-gunting kertas*

saya: *niup lagi balonnya, lalu..* DOR!

si balon kuning meledak depan muka saya, percis.

bapak: eh, pecah *sambil tetep lanjut gunting-gunting*

saya: *syokmen. kaget. suer, itu kenceng banget bunyinya.*

Thursday, December 9, 2010

I'm so lucky

Lucky defined as a condition when you feel so damn
hurt and sad, but there's someone named friend, still beside you, tell you some stupid jokes, walk with you, and laugh like moron.






Bunch of thanks for your support, invisible hugs, ears, walks.

Means a lot for me. Hope I can do the same for you.

Wednesday, December 8, 2010

Mati rasaku padamu.

"Mungkin ini rasanya. Ketika semua rasa yang terkumpul sudah tak lagi bernama. Tak jelas, mana sayang, mana rindu, mana benci, mana geram. Kalau dapat ku ubah dalam bentuk nyata, rasanya seperti aku menggenggam setumpuk kertas tebal dan membebani tanganku. Ingin rasanya ku hampirimu dan melemparkan dengan keras kertas-kertas itu ke wajahmu. Ya, tepat di wajahmu. Aku juga tak pernah menyangka bahwa semua yang pernah ada justru menjadi terbalik. Semua kalimat manismu serasa gelombang laut yang mengaduk-aduk isi perutku. Aku jengah. Hanya mampu tersenyum kecil dan menggeleng. Merasa bodoh pernah melambung hanya karena sebait dua bait janji yang kau kirimkan. Dan merasa bodoh, karena pernah percaya.

Kau pernah celupkan tanganmu kedalam air yang sangat dingin beberapa saat? Kebas rasanya tanganmu nanti. Itu juga yang aku rasakan saat ini. Padamu. Pada kebahagiaanmu. Pada gulir waktu yang berjalan lambat. Kadang ku rasa marah, namun lebih dari itu, aku sangat kehilangan. Peduli setan pada apapun pilihanmu. Asal kau tahu, pilihanmu untuk mematahkan janji, bersikap tak mengenal, dan caramu meraih bahagia adalah caramu yang paling ampuh untuk membalikkan semua yang pernah ada. Kau berbeda. Tak lagi ku kenali.

Kau tahu hal apa yang paling menyiksa?
Bukan dengan melihatmu menggandeng tangannya, bukan pula mendengar nyanyianmu untuknya. Sederhana. Ketika aku ingin menangis, tapi tak ada lagi air mata yang tersisa. Bahkan untuk cara paling mudah dan murah untuk mengeluarkan perih dan luka, aku tak lagi bisa.
Mati rasaku padamu."

Friday, December 3, 2010

Egois.

If,
tomorrow never comes.

Tuesday, November 30, 2010

Makassarku. Makassarnu. Makassarta #28 Oktober 2010

Oy penontooooon. aye balik lagi nih buat ngelanjutin ceritaaaa.
Kelamaan yee nunggunyee? Haha *kaya ada yang nunggu aje cul*

Nah, terakhir ampe mana saya cerita? Mmm. tanggal 27 ya? Oke, sekarang mari melanjutkan bercerita di hari ketiga.

Di hari ketiga, atau tepatnya Hari Kamis, 28 Oktober 2010, itu bertepatan sama Hari Sumpah Pemuda. Cek percek, katanya bakal ada demonstrasi. Yah, ngertilah ya, salah satu kekhawatiran Ibu saya tentang Makassar adalah: rusuh. Jadi setelah bincang-bincang dan berembuk di malam 27 Oktober, maka diputuskan bahwa buat tanggal 28, kita jalan-jalannya agak sore aja. Katanya sih temen-temen juga ada yang mau aksi dulu. Kalo kata Dico: 'Yaa kita timpuk-timpuk batu dikit dulu laah'
Jadilah saya dan Sessa dijemput agak sore, terus menuju ke kampus. Katanya sambil nunggu yang lain juga. Dari kampus, saya, Sessa, Dico, Ka, Accunk, Melky, Ka Dana langsung meluncur ke Pantai Losari. Sampe sana, kita langsung fefotoan di depan tulisan Pantai Losari. Biar bukti kita beneran ke situ. Hehehe. Abis itu, kita jalan menyusuri pinggiran pantai. Sambil tak lupa tetep fefotoan. Ngobrol ngobril. Sambil nunggu Cippe sama Dajju juga soalnya. Lumayan jauh juga sih kita jalan, baru Cippe' sama Dajjunya dateng. Saya sama Sessa sih berharap banget bisa liat sunset sore itu. Cuma emang mendung. Di langit awan hitam menggantung. Bikin hati saya murung *mantep ye iramanya ung ung*










Abis menyusuri pantai nyang kaga ada pasirnya itu, kita nyebrang, ke jalan Somba Opu. Maksutnya sih mau arah balik, ngambil motor, tapi sengaja lewat sana. Biar sekalian liat-liat. Di Somba Opu ini isinya tempat beli oleh-oleh. Cuma karena ini masih hari ketiga, jadilah kita baru liat-liat aja, belum ada niat beli oleh-oleh. Belum ada niat pulang ke Jakarta juga malahan. Hehehe.
Nah, sepanjang Somba Opu ternyata ujan. Jadilah kita melipir-melipir. Dan di sana banyak toko emas *terus nape cul?*

Oh iya, saya lupa bilang. Kemarin, salah satu temen saya si Kartika Monoarfa, sempet bikinin kita list tempat dan kuliner yang harus diicip. Nah, di hari ketiga ini saya sama Sessa mau icip yang namanya Pisang Eppe'. Kalo kata anak-anak sih itu pisang depresi. Pisang tertekan,karena pisangnya di press sampe gepeng, trus nanti dikasih toping (sayang bundarng). Karena udah magrib dan ujannya makin beneran, maka kita melipir ke salah satu tempat jualan pisang eppe'. Kalo kata Accunk, makannya biar bisa sambil liat sunset. Dan ternyata benerr! Kita dapet kesempatan ngeliat sunset sore itu! *jogetjoget*



Cuma waktu itu saya duduk di sampingnya Dajju dan agak kealingan. Jadilah saya menikmati sunset dari sela-sela rambut keritingnya itu *nasip*



Saya pesen pisang eppe' cokelat keju.
Mmm, sebenernya sih emang pisang biasa. Yang ngga biasanya adalah pisangnya keras bok. Heran. Jadi saya ngga abis deh makannya.hehe. Selain cokelat keju, pisang eppe' ini juga bisa dinikmati dengan berbagai topping, misalnya gula merah (itu original), bisa pake susu, bisa cokelat aja, macem-macem deh.

Di sini, kita sambil nunggu si Tika Monoarfa dan temannya, Ai, itu dateng. Biar bisa sekalian bareng jalan-jalan.
Selesai makan, ketawa-ketiwi, puas liat sunset (meski cuma dari sela-sela rambutnya Dajju), kita beranjak ke tempat parkiran motor di dermaga Pantai Losari. Ujan-ujanan. Tapi ngga deres-deres banget sih. Dan tujuan selanjutnya adalah ke TransMall Makassar. Tadinya sih saya sama Sessa pengen banget nyobain masuk ke trans studio. Cuma katenye sih mahal dan lebih menarik di dufan. Jadinya ngga jadi deh (ya maklumlah, perjalanan backpacker :p)

Kita ke transmall tetep, konvoi motor. Serius deh. Ini salah satu hal yang paling saya suka banget selama liburan di Makassar. Bisa naik motor rame-rame sama temen-temen, pergi kemanaaa aja. Walaupun mereka berulang kali bilang, 'maaf ya kita cuma bisa anter kalian naik motor', tapi buat saya malah justru enakan naik motor deh. Bisa liat banyak tempat. Nanya ini itu. Dan saya kemarin kan 'tukang ojek'nya ganti-ganti. Tergantung siapa yang bisa njemput aje.

Okeh. Sampe lah kita di TransMall. Hmm. Guedeeee. Mungkin kaya Margo City atau PIM 2 kali ya. KIta masuk. Trus kita ke depan Trans Studio. Wiiiiiih. Baguuuuuusss bangeeeeet. Dengan beringasnya, kita foto-foto deh di sana. Sekalian menghibur hati yang ngga kesampean masuk ke Trans Studionya. Hehehe. Ini nih bentuknya.








Puas foto-foto, kita ke Karfur dulu. Beli titipan sodara saya. Terus baru kita pulang deh. Tapi ngga langsung pulang juga siiih. Di luar kita juga tetep aje foto-foto.






Rasanya? Ngga usah ditanyaaaa. Seneng banget banget banget. Biar kata ngga masuk ke transtud. hehe. Lain kali lah ya mudah-mudahan masih ada kesempatan :)

*ini agaknya anti klimaks deh ya ceritanya. hahaha. ya maap deh, saya lagi buru-buru mau kondangan.

Monday, November 29, 2010

Anakmu bokek, Paaaak.

Di satu sore yang indah. Pukul 16.39 WIB. Saya lagi tiduran, depan tv.

Bapak: eeeeh sayang,tumben udah pulang.pulang jam berapa tadi?

Saya: (ngunjukin jari telunjuk,jari tengah,jari manis)

Bapak: wah, kalo lagi ngga punya duit, pulangnya cepet ya..

Saya: (cuma bisa mengangguk pasrah tanpa bisa membela diri)

Thursday, November 25, 2010

Mbak mbak, kalo mau ribut, di atep aja.

Segerombol cewek berisik di patas

cewek 1: udah bener naik ini.
Cewek 2: ini ngga ke blok A tau.ke blok m tadi kata abangnya.
Cewek 1: yaah,terus naik apa dari blok m?masih jauh kan ke blok a? A ke M kan jauh banget.
Cewek 3: Yaelah kagaa.dekeet kali.naik taksi juga nyampe.

Saya (dalem hati): yailah katro lu pada.naek bajaj dari blok m ke blok a cuma 10rb.rempong deh.

Ini hari apa sih?

Dikasi gelang, warna ijo. Cantik deh.
Makasih ya..

Dikasi kue, manis. Ngasihnya juga lucu banget.
Makasih ya..

Ditraktir makan sore-sore di kfc. Tiba-tiba.
Makasih ya..

Ini hari apa sih? Kok bikin senyum terus :)

#nowplaying: just the way you are - Bruno Mars.

Monday, November 22, 2010

Enjoy your (only one) life!

Tadi di kampus saya sempet ngobrol2 sama salah 1 temen baik saya sejak pertama masuk kuliah. Awalnya sih tentang perasaan, cuma ujung2nya malah dapet insight yang cukup bikin saya adem.

Ngomongin masalah perasaan, atau hati, ngga pernah ada abisnya. Dan tadi didapet satu kesimpulan bahwa, this is life, this is your life. Ada dinamika tentang karir, persahabatan, cinta, apapun itu. Yang kalo cuma dipikirin, dikeluhin, ya ngga ada abisnya. Satu2nya cara, ya dijalanin, dan enjoy it.

Patah hati, wajar. Yang ngga wajar adalah mau terus2an kejebak di kondisi patah hati yang ngga ada ujungnya. People change, so does the heart. Mikirin 'kenapa sih dia bisa berubah secepat itu?' mah ngga akan ada habisnya. Apapun bisa terjadi di kehidupan ini. It's real, and one day you'll say thanks to your God.

Ikhlas. Gampang diucap, tapi ngga segampang itu dilakuin. Kata temen saya itu, jadikanlah ikhlas sebagai target lo. Pastinya ngga sebentar. Tapi diperjalanan menuju ikhlas itulah kita bakal nemuin banyak hal yang bisa semakin mendewasakan diri kita.

Saya akhirnya tadi cuma manggut2 aja. Iya juga sih. Yang bisa bikin hidup kita enak/ngga ya cuma kita. Tergantung kita mau enjoy atau justru sibuk ngeluh ini itu.

This is life.
Ups and downs gonna make you more mature in every single step.
Just enjoy it. Because God only give you one chance to live in this short life.


Thanks Rono Jatmiko :)

Makassarku, Makassarnu, Makassarta #27 Oktober 2010

Saya punya ritual baru selama ada di Makassar. Tiap mau tidur dan bangun tidur, hal yang pertama dilakuin adalah senyam-senyum. Senyam karena masih suka ngga percaya ada di Makassar, dan senyum karena ngga sabar dengan jadwal jalan-jalan bareng temen-temen saya yang sudah siap menjemput dengan motornya.



Hari kedua di Makassar.

Saya tiba-tiba pengen beli cardigan. Oleh karenanya saya menghubungi Anchu, nanya, dimana bisa beli cardigan. Terus katanya bisa di mal. Macam-macam ITC gitu. Kakak Anchu saya ini superduper baik. Jadilah dirinya dan Melky menjemput kami untuk kemudian menuju mal yang ada. Waktu itu anak-anak yang lain masih pada ada kegiatan di kampus. Nyang nganggur dan bisa digunakan jasa antar jemputnya ya mereka berdua. Hihihi.
Lantas kami menuju ke Karebossi Link. Tempatnya ya mirip itc. Ada banyak bebajuan di sana. Cari punya cari, cardigan yang saya mau ngga ketemu. Sekalinya ketemu, harganya mahal banget buat seukuran barang di tempat belanja itu *ya nasip deh di Jakarta udah sedikit banyak tau range harga baju-baju di ITC2 gitu* Muter-muter lagi masih ngga nemu juga. Melky menawarkan ke Mari, yaitu Mall Ratu Indah. Lah saya mah okeh okeh aja. Sekalian pengen tau, mall di Makassar itu gimana rupanya. Maka, kita chaw dari Karebossi Link menuju Mall Ratu Indah.

Tuing!

Sampe lah kita di Mari. Hmm, sama aja kaya mall di Jakarta. Ada satpamnya.

Masuk mall. Muter-muter Matahari. Ngga nemu juga yang saya mau.
Keluar matahari, eeeeeh nemu McD. Cihuy. Bahkan saya lebih seneng ketemu McD dibanding ketemu kangenben *yaiyalah*. Akhirnya saya, Sessa, Melky, dan Anchu bersilaturahmi dulu ke McD. Icip-icip, kunyah-kunyah, colek-colek. Di sini juga saya akhirnya membuktikan ke Melky kalo di Mc D ada Milo! Yeee, dikata gua ngarang apa yak *huh!* Sambil makan, sambil internetan gretongan, sambil bersenda gurau. Sampai akhirnya kita (minus Melky) inget kalo belum solat zuhur. Kenapa begitu? Soalnya Melky yang ngingetin kita solat dulu. Hehehe. Jadi malu.

Abis dari McD, kita solat deh, terus saya ngecek atm, dan ternyata belum ada kabar baik di dalamnya. Eum eum eum, terus kita main ke Timezone! Yaelah ye, jauh-jauh ke Makassar ujung-ujungnya ke Timezone juga. Ya abis gimana dong, kita soalnya sambil nunggu anak-anak yang lain merampungkan urusanya di kampus. Soalnya abis ini, we’re gonna rock Makassar with our voice. Yeeeaaaaa! (baca: karokean, di Nav juge ujung-ujungnye. Serupa ama di depok).
Timezone boleh sama, tapi yang terjadi di dalamnya sungguh berbeda. Yah, setidaknya Cuma di timezone Makassar saya bisa liat Anchu lemah gemulai di atas lantai Dance Dance Revolution (DDR). Demikian halnya juga dengan Melky. Pemain futsal berwajah konsisten ini sungguh kelimpungan menginjak-menginjak tanda panah di lantai. Apakah penyebabnya? Ternyata beliau ini kebagiannya bukan DDR for beginner, tapi yang udah agak atasnya gitu. Jadi cepet bin ribet banget arah panah yang harus diinjek. Haha. Saya geli sendiri.

Puas masuk-masukin bola ke dalam keranjang (nombok dong nombok dong, Iwa K –red ), main tembak-tembakan, mencoba peruntungan di Deal or No Deal (swer of God, my choice was a highest number!), cukup membunuh waktu kami secara menyenangkan. Sampe akhirnya ketemu waktu solat ashar, kita (minus Melky) solat dulu, terus kita chaw deh ke Mall Panakukkang (MP) buat karokean. Gerimis menghantarkan kami menuju MP, dan sampe sana juga anak-anak belon dateng. Huh. Tapi ngga apa, kita booking room duluan. Saya ama Sessa sih seneng-seneng aja, karena itu tandanya, kami bisa nyolong start nyanyi duluan beberapa lagu. Haha. Eeeh ngga lama mereka datang deeeh. Ramee!

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah memilah milih lagu









Untuk kemudian dinyanyikan. Bisa sambil berjoget.




atau sambil bertepuk tangan karena kegirangan..




Mau nyanyi keroyokan juga boleeeeh...



Mau solo karir juga yuuuk marriiiih..Yang ini namanya Dajju.





yang ini Accunk lagi nyanyi sambil curhat, mungkin. serius benneerrr.




naaaah, ini dia Anchuuuu..
Kalo bosen nyanyi, marilah kita fefotoan!






















naaah, kalo yang terakhir tuh saya ngga ngerti deh. Orang mah lagi pada karokeaan, dia malah main petak umpet sendirian.



Karokean kelar.Dengan hati riang gembirang pastinya.
naaaah, karena ini plesiran udah hampir 3 minggu yang laluuu, terus saya lupa dah abis ini ngapain. Kalo ngga salah sih langsung pulang.Hahahaha..yaaa, maaap yeeee..
segini dulu deh ceritanya. tenang ajaaa, masih ada hari-hari lain yang ngga kalah indahnya buat diceritain. dan semoga aja saya ngga lupa lagi :p

piss aah.

Makassarku. Makassarnu. Makassarta #26 Oktober 2010

Olrait.
Post-an sebelumnya sebenernya udah agak menyinggung apa yang terjadi di tanggal 26 Oktober 2010. Hari yang penuh keterkejutan. Awal dari 7 hari yang menyenangkan di Makassar bareng temen-temen dari UNM.

Nah, di hari pertama kita dateng, ternyata Makassarnya ternyata terharu gitu (baca: hujan awet). Jadilah saya sama Sessa mondok dulu di kampus UNM, nunggu ujannya berenti. Sebenernya kita juga ngga tau sih mau kemana. Karena kan kami dateng dadakan. Jadi mereka juga bingung. Hehehe. Maap ye.

Walhasil, kita duduk-duduk di kampus. Dikenalin ini itu. Ngobrol ngobril. Oh iya, saya minta dianter ke mall buat beli perlengkapan mandi. Maklum, ngga sempet beli beli juga pas berangkat. Pas ujan reda, kita rame-rame ke Mall Panakkukang (MP) deh. Cuma waktu itu Yass belum dateng, karena beliau lagi ngurus keperluan skripsinya.

Tentang Mall Panakkukang, mmm..mallnya cukup gede banget dan lengkap. Cari ini itu ini itu ada. Sabun cair, sampo, odol, parfum udah dapet. Nah, karena ini hari pertama dateng, saya di sms sama sepupu saya, katanya disuru makan malem di rumah karena udah dimasakin sama istrinya. Yasudah, kita pulang deh. Pas mau pulang, saya liat ada booth McD dan pengen banget minum Milo. Eeeeh Melky ngga percaya gitu deh di McD ada Milo. Diantarlah saya sama dia ke booth McD. Naas, Milo nya abis. Yaudah deh ngga jadi.

Ngga lama kemudian, eeeh ada Yass dateng. Lanjutlah kita ngobrol-ngobrol sambil duduk-duduk dulu. Baru abis itu, rame-rame pada nganterin saya sama Sessa pulang.

Hari pertama, pulang sampe rumah jam 8an kalo ngga salah.
Itu baru hari pertama. Hari selanjutnya? Baca aja ntar :D

Wednesday, November 17, 2010

Makassarku.Makassarnu.Makassarta #1

Bisa pergi liburan atau sekedar anjangsana ke Makassar itu adalah cita-cita kedua saya setelah masuk surga *yakali cul*. Berawal dari kunjungan mereka di taun 2008 –dan meninggalkan kesan tersendiri buat saya dan teman-teman—bikin saya pengen banget bisa juga main ke Makassar. Taun 2008 lewat. Taun 2009 pas mereka dateng untuk kedua kalinya juga lewat. Sampe akhirnya, Tuhan menurunkan barokah dan hidayahnya di taun 2010 ini. Taun keramat. Kalo orang lain nikah di 2010, saya justru tidak. Selain karena belum berpasangan *gigit jari*, saya dikasih kesempatan buat akhirnya menginjakkan kaki serta melambaikan tangan di Makassar.

Berawal dari telisik dan selidik jadwal rutinitas sehari-hari. Didapat bahwa periode 18-29 Oktober 2010 adalah masa-masa UTS, yang artinya kehadiran saya yang notabene sebagai fasilitator CML tidak dibutuhkan. Lalu tiba-tiba… eureka! Kayanya seru kalo saya pake buat liburan a.k.a lari dari kenyataan. Makassar. Kata yang satu itu selalu terngiang sempurna di benak saya *najis lu cul*. Cuman didapati masalah bahwa gaji saya belum turun dan itu artinya, saya berkendala di masalah biaya. Sebenernya sih, Bapak saya yang ketje itu pernah menjanjikan saya boleh liburan kemana aja (asal ngga jauh-jauh dari Jakarta) setelah saya merampungkan skripsi. Waktu itu sih saya ngebetnya pengen banget ke Jogeja. Yang langsung dimentahkan oleh Ibu. Katanya ngga usah jauh-jauh ke Jogeja. Ke bandung aja. Dan saya bengong. Ngapain juga di Bandung? Pernah saya bilang juga ke Bapak saya, kayanya seru kalo bisa ke Makassar. Beliau sih setuju-setuju aja. Karena saya kan lengkap tuh nyeritain tentang temen-temen di Makassar yang katanya bakal nyedian tempat penampungan kalo seandainya temen-temen dari Jakarta mau main ke sana.

Sampe akhirnya yang tadi saya bilang, datanglah periode UTS tadi. Lumayan kan 2 minggu kosong. Pelan-pelan, saya cari dukungan dari Bapak. Bapak oke. Ijin dapet. Apalagi sebelum periode UTS itu, sepupu saya berkunjung ke rumah, dan membawa pertanda baik. Dia dan istrinya baru pindah ke Makassar! Ahui. Makin punya alesan aja saya buat membujuk-bujuk supaya dibolehin ke sana. Lagi-lagi, mentok di Ibu. Beliau tetep ngga mau denger apapun tentang pergi ke Makassar. Adaaaa aja alesannya. Dari mulai cuaca ngga bagus, Makassar biang rusuh, Makassar jauh, dll. Saya pun mulai sebel. Karena begini, kalo ngga bisa pas 2 minggu itu, artinya baru bisa pas libur UAS. Itu sekitaran desember dan tanggal-tanggal segitu, tiket mahalnya ajegile. Peak season. Saya juga udah kroscek-kroscek harga tiket, dan tiket masih mahal sampe sekitaran akhir Januari. Berarti yang visible adalah Febuari. Alasan bijaknya adalah, taun depan saya menargetkan udah harus dapet kerja atau setidaknya focus di situ. Ngga ada waktu lagi buat leha-leha. Sessa, my partner in crime, juga takutnya udah mulai sibuk dengan segala aktivitas narinya, plus rencana S2 nya. Alesan singkatnya sih, kelamaan men nunggu pebuari.hehe

Sambil menyelam minum jus. Itu yang saya lakukan di minggu pertama libur UTS. Sambil browsing-browsing harga tiket, nyari-nyari info kapan turun gajian, sampe nyari cara buat pelan-pelan membujuk Ibu. Sessa juga saya minta nelfon ke rumah buat membangun rapport yang baik, untuk kemudia menyinggung perihal liburan yang berujung ke Makassar. Pokonya ini rencana intinya tarik ulur tarik ulur deh. Sessa sih ngikut aja. Kapanpun saya bisa, insyaallah dia juga bisa, katanya. Nah, berarti kan keputusan ada di tangan saya. Tangan ibu saya maksutnya. Dari yang tadinya optimis, pesimis, optimis lagi, pesimis lagi, sampe bau amis. Sampe saya sms sessa, ‘kalo ngga jadi minggu depan, ikhlas ya?’

Saya juga nanya ke adek saya, kenapa sih ibu segitu ngga ngijininnya. Eeeh kata adek saya, ‘Lah, waktu Mbak Sessa nelfon, Ibu ngijinin-ngijinin aja kok. Katanya nanti diomongin lagi.’ Tapi masalahnya semenjak peristiwa telfon itu, ngga ada yang ngebahas di rumah. Sayapun mangkin mangkel. Nah, pas hari Kamis tanggal 21 Oktober, saya minta Sessa buat browsing harga tiket. Ternyata ada tuh yang murah buat PP. Saya lega. Cuma ya itu tadi, masalah ijin belum kunjung turun. Berbarengan dengan kepastian gaji yang ngga pasti-pasti turunnya kapan.

Hari Sabtu, 23 Oktober , pagi.

Saya mulai mengumpulkan niat buat bilang ke Bapak. Kata Bapak, ‘Ya bilanglah ke Ibu.’ Tapi boro-boro bilang. Baru mau ngomong, Ibu juga langsung melengos. Sabtu siang, saya minta dianterin ke kantor Bapak buat internetan. Ngecek harga dan kesediaan tiket. Tapi masih belum berani booking. Eh ternyataa yang jaga ruangannya ngga masuk. Jadilah saya ngga bisa masuk. Pulang-pulang cembetut. Dan Ibu ngeliat. Ngiranya, saya cembetut karena ngga diijinin ke Makassar. Serta merta, meledaklah omelan Ibu. Omelan berkisar pada Makassar jauh, naik pesawat bahaya, cuaca ngga bagus, Makassar rusuh. Ooooh satu lagi: ‘Ibu ngga ngerti deh sama Mbak. Segitu ngototnya pengen ke Makassar.’ Padahal udah sering diceritain berulang kali kenapa saya pengen banget ke sana. Dan omelan itu berujung pada: ‘Terserah Mbak kalo mau pergi. Jangan sampe nanti Ibu dibilang ngalangin anaknya mau pergi. Sana pergi. Liburan sana. Awas kalo ngga pergi. Ibu malah marah’

Nah lu.

Saya liat-liat-liatan sama Bapak, dan toss. Sayapun sms sessa: ‘ Berangkaaaaaaaat!’

Sore, saya ke warnet. Browsing tiket dan…lemes.

Tiket-tiket promo udah pada abis.

Batas harga tiket yang saya bilang ke Bapak adalah 1,1 juta. Lebih dari itu, bisa dipastikan saya ngga akan dikasih. Pontang-panting cari dari segala penerbangan, akhirnya dapet juga. Pas mau booking, ngga taunya system pembayarannya rempong. Harus pake kartu kredit. Hadoooh mana saya punyaaaa. Ada juga kartu kuning noh buat ngelamar PNS. Bulir peluh mulai merembes di pori-pori jilbab. Membuktikan kalo kain memiliki daya kapiler yang baik.

Masih dalam misi pencarian tiket sendirian, karena si sessanya lagi latian buat show. Akhirnya dapet tuh, penerbangan Dari Sri****wijaya. Tiket terjangkau. Sesuai bajet. Buat berangkat tanggal 26 Oktober, tapi jam 5.30 dan pulang tanggal 1 November.

Waduh. Tanggal 1 saya harus masuk kelas. Tapi yaudahlah yaaa, ngga perlu waktu lama buat mengambil keputusan: cari fasilitator pengganti.

Tiket udah beracil di booking. Pembayaran melalui atm BCA. Nah loh. Sape lagi yang punya atm BCA?

Di rumah adanya Mandiri sama BNI. Saya coba Tanya ke Hanum, mamanya ada ternyata. Eh tapi ngga lama Sessa ngabarin kalo Ayahnya juga pake atm BCA. Yaudah, akhirnya minta tulung bayarin lewat atmnya beliau. Pembayaran ngga boleh lebih dari 2 jam setelah waktu booking. Oh mijon maaf banget om tante saya harus merepotkan. Waktu booking 16.39, artinya batas pembayaran adalah 18.39.

Sekitaran jam setengah 6, Tante Mamah (Mamanya Sessa) nelfon, katanya ngga bisa bayar lewat atm. Ngga nemu menu buat pembayarannya. Saya coba telfon call center Sriwijaya, nanya step pembayaran melalui ATM. Saya telfon tante mamah, kata beliau, nanti dicoba lagi. Pas Magrib, tante Mamah ngabarin lagi, katanya masih ngga bisa dan beliau harus sholat dulu. Ya masa orang mau solat dilaraang. Tapiii saya tetep deg-degan juga karena kalo lewat bates booking, bisa dipastikan kita batal ke Makassar karena saya ngga yakin bisa dapet tiket lagi.

Suer saya dugdugser selama nunggu kabar dari Tante Mamah.

Jam 18.30an, ternyata tante Mamah sms, ngasih kabar kalo pembayaran berhasil. Alhamdulillaaaah ya Allaaaaah! Selasa, 26 Oktober 2010, penerbangan ke Ujung Pandang, jam 5.30.

Naaah, masalahnye lagi, temen-temen di Makassar juga belum ada yang tau perihal keberangkatan kami.Saya sama Sessa juga agar kuatir. Takutnya kita udah susah-susah ke sana, ngga taunya temen-temen pada ngga ada di sana. Setelah melalui seleksi dan pertimbangan yang ketat, diputuskan bahwa saya akan memberi tau Anchu. Eeeh pas dikasih tau, Anchu nya kegirangan banget. Haha. Saya jadi ngga sabar pengen tau gimana reaksi temen-temen di sana. Di Jakartapun belum ada yang tau. Saya masih ngga berani bilang karena waktu itu selain belum pasti, takut bocor juga ke temen-temen di Makassar. Saya sama Sessa pengen aja bikin kejutan dan pastinya bikin kaget.Haha.

25 Oktober, sore.

Saya dan hanum bercengkrama di sms. Saya cerita soal Ibu yang akhirnya malah nyuru berangkat. Kata Hanum, ‘ya wajarlah cul. Namanya orang tua khawatir anaknya pergi jauh gitu. Ngelewatin berapa pulau tuh.’ Dan saya bingung. Kok berapa pulau? Bukannya Cuma ngelewatin Kalimantan aja ya? Hanum pun ketawa. ‘ Cul, Sulawesi itu udah deket Papua.’ Glek. Sayapun langsung nyari peta, dan bener ajeeee lhooooo. Itu ngelewatin beberapa pulau dan jauh! Sayapun lemes. Mengerti, kenapa Ibu saya kuatir

*fyi, saya baru sekali naik pesawat, dan itu Cuma ke jogeja. Penerbangan kedua ini, Cuma berdua temen, ngelewatin laut pula*

D-day. 26 Oktober 2010.

Tanggal 25 Oktober, entah kenapa, Jakarta kompakan macet dimana-mana. Ada yang kejebak sampe 8 jam. Ada yang baru sampe rumah dini hari, ada yang katanya naik taksi sampe sejuta. Take off jam 5.30 pagi artinya kudu check in 1 jam sebelumnya. Berarti jam setengah 5 harus ada di bandara. Saya sama Sessa sempet dapet kabar katanya sekitar jam 2an dini hari, jalanan masih macet. Om Ayah juga maunya kita berangkat setelah solat subuh dulu. Agak was-was juga sih. Takut ngga keburu. Cuma akhirnya kita berangkat juga sih sekitaran jam 4 kurang kalo ngga salah. Dan jalananpun lengaaaaaaaang. Nyampe di bandara jam 5. Langsung check in dan masih sempet solat subuh.

Sampe di Makassar jam 9. Langsung dijemput sama sepupu saya.

Keluar dari pesawat, saya sama Sessa Cuma bisa cengar-cengir. Kalo saya sih cengar-cengirnya udah dari dalem pesawat. Saya langsung sms Anchu, ngabarin kita udah sampe. Ngabarin orangtua juga. Sisanya ngga.

DI perjalanan ke rumah sepupu, Anchu nelfon, minta maaf ngga bisa jemput dan nanyain gimana rencana buat nanti. Saya bilang sih, saya sama Sessa mau istirahat dulu, makan, mandi, baru ketemu anak-anak. Saya minta Anchu buat jemput ke rumah sepupu dan minta Ka Dana buat ikut jemput juga. Pas udah di rumah sepupu dan udah siap, Anchu ngga bisa dihubungin. Kebingungan. Akhirnya saya nekat nelfon Ka Dana yang lagi mandi dong ternyata. Haha. Ka Dana pun belum tau kita datang.

Pas dikampus, pas Anchu ngajak ka Dana, ternyata Ka Dananya udah curigesyen gitu. Lantas sms saya, ‘gw pura-pura ngga tau aja bundaaaaaaaaa’

Sekitar jam 2an, mereka datang jemput. Tergambar dengan jelas muka-muka girang penuh haru karena kedatangan kami *cih pede bener lu cul* Apalagi ka Dana tuh. Nyengir mulu bawaanya. Naik motor di jalan juga nengak-nengok mulu. Tujuan kita: kampus. Ketemu anak-anak. Katanya sih anak-anak pada ada di kampus. Suer takewer-kewer deh saya juga deg-degaaaan bangettttt.

Sampelah kita di kampus Psikologi UNM. Dan langsung ke kantin.

Sumpaaaaaah sampe sekarang saya masih senyam-senyum sendiri kalo inget gimana ekspresi mereka pas liat saya sama Sessa datang. Mereka bener-bener kaget dan speeclesh. Ada yang bengong. Ada yang geleng-geleng. Ada yang kaya orang bingung. Itu harusnya direkam banget tuh. Saya (dan mungkin Sessa) sampe ngga bisa ngomong apa-apa juga. Cuma bisa senyum. Pegel banget ini pipi Cuma bisa nyegir. Puas. Rencana saya sama Sessa beracil!

Setiap ada yang datang dan ngeliat kami, pasti langsung kaget. Trus heboh. Haha. Waktu itu seinget saya ada Ai, Dico, Melky, Chiwank, Accunk, Cippe’, Dajju, sape lagi ye. Rame dah ujung-ujungnya. Jadi pada ngumpul. Masih dengan ekspresi muka mereka yang ngga percaya. Saya juga masih ngga percaya sih akhirnya bisa sampe sana juga. Liat sendiri kampus dan kantin mereka. Biasanya kan Cuma dikasih tau lewat sms, lagi di kantin atau di kampus. Sekarang bener-bener bisa liat sendiri. Ikut ngumpul disana. Plus ngasih kejutan. Itu bener-bener bikin mereka terkejut deh. Saya sama Sessa juga dikenalin ke temen-temen yang lain. Ada Rajan, Sabir, Gumank, mmmm, siapa lagi ya. Sumpah, kemampuan saya dalam mengingat nama orang emang agak parah. Haha.

Anak-anak bilang pokonya kita bakal jalan-jalan. Menikmati 7 hari saya dan Sessa di sana. Saya dan Sessa nurut aja.

Itulah sekelebat cerita pembukanya. Sampe juga di Makassar.

Sebenernya agak rempong deh cerita lewat sini. Enakan cerita langsung. Tapi nggapapa deh. Biar ada bukti otentiknya.Hehehe. Cerita selanjutnya tentang perjalanan, seneng, bĂȘte, sedih, seru-seruan di Makassarnya menyusul yaaa. Semua tergantung mood saya.hehe

Dan oh iyaaa, lupa. Akhirnya saya dan Sessa sms temen-temen di Jakarta buat ngabarin. Begini bunyinya ‘Hallo, saya Ticul dan saya sekarang sedang berada di Makassar’

:p

Tuesday, November 16, 2010

yuhuuuuuuu!

eh tau ngga tau nggaaaaa?
masa tadi saya nyoba copy paste tulisan dari word ke blog ternyata udah bisa lagi!
ahuy.

jadi jadi jadiiii, atas ijin yang maha kuasa, saya akan segera meluncurkan cerita fantastis dramatis bombastis romantis meningtis perihal trip ke makassar. as soon as asap!

kamingsuuuuuuuun!


*ngemeng aje lu cul. buruan bikin!*

baiklah aku menyerah.

Aku punya kegemaran baru akhir-akhir ini.
Merebahkan tubuh di atas rumput hijau di bukit tak jauh dari rumah nenek.
Saling pandang dengan birunya langit.
Teduhnya awan. Racauan burung-burung yang hilir mudik di udara.
Entah sudah helaan napas yang keberapa. Tapi aku masih sering mengulangnya. Menghirup nafas dalam-dalam. Menutup mata. Dan menghembuskannya.

Tuhan, masihkan Kau di sana?
Mengapa aku merasa Kau memalingkan wajahMu dariku?


Waktu mempertemukanku pada sebuah cinta. Lebih indah dari bunga yang bermekaran. Lebih manis dari madu. Lebih cerah dari mentari pagi.
Aku suka. Aku cinta.
Tapi apa? Hanya sekejap.
Cinta tak dapat sepenuhnya ku miliki. Satu-satunya yang dapat kusimpan adalah punggungnya yang semakin menjauh. Jauh dari rengkuhan tanganku. Jauh dari rengkuhan rinduku.
Dan aku hanya menangis.

Tuhan, masihkah Kau di sana?
Mengapa aku merasa Kau mengajakku bermain?

Di lain waktu, langkah kaki membawaku pada sebuah cerita baru. Dan aku tersenyum.
Aku merasakan getaran bahagia. Aku merasakan sempurnanya dunia. Lalu apa? Sebuah tembok raksasa menghalanginya. Tak sampai langkah ini melewatinya. Tak sampai raga ini menghancurkannya. Lagi-lagi aku kehilangan cintaku.

Tuhan, masihkah Kau melihatku dari sana?
Mengapa aku merasa Kau mengujiku?


baiklah aku menyerah.

Tuhan,
Sejauh apapun aku melangkah, sepertinya memang tidak akan kutemukan cinta sebesar cintaMu untukku.


Dan aku tertidur. Lelah. Sudah kering air mataku..


Monday, November 15, 2010

Atit *ih sok imut lu cul*

Kemarin siang saya mulai ngerasa ada yang ngga beres sama badan.
Tapi saya ngga peduliin.
Mulai sore kok mulai batuk-batuk.
Itu juga ngga terlalu saya kuatirin.
Eeeeh makin deket magrib badan saya makin anget,kepala saya makin berat,nafas mulai sesek.nah loh.

Penderitaan belum selesai sampe disitu.
Makin malem makin parah.saya munte-munte.kepala juga makin sakit.akhirnya minum obat.dibuat tidur salah.bangun salah.duduk salah.2 tambah 3 sama dengan 8 salah.
Hadeh.

Akhirnya iseng sms beberapa orang buat mengalihkan derita sampe akhirnya ketiduran.
Kebangun jam 2 kurang, badan masih panas.udah jaketan sama selimutan juga masih ngerasa dingin.
Tidur lagi abis solat, bangun jam 4, dan ngga bisa tidur sampe sekarang.

Huaaaaa.ngga enaaak bangeeet ini rasanyaaaa.badan masih anget.kepala masih agak berat.padahal hari ini jadwal kelas saya presentaseh.jadi saya harus pokus buat ngasi nilai.
Tuhan, berikan saya kekuatan Tuhaaan.

Sunday, November 14, 2010

Sampai bertemu, Bintang.

Tubuhku telah rebah.
Tenggelam dalam selimut hangat.
Musik malam telah mengudara di luar sana.harmoni suara jangkrik dan hujan dalam rintik.
Langit telah lama menggelap.
Aku siap terlelap.
Aku tak sabar bertemu denganmu.
malam ini.
Dalam mimpi.

Dia itu..

Dia cahaya.
Menembus rongga kelam kehidupan.menebarkan terangnya hingga ke sudut-sudut suram tak terjamah oleh waktu.

Dia embun.
Meneteskan bulir sejuk di ruang rindu.

Dia itu renyah tawa.memenuhi ruang sepi.memecah kebisuan.memporakporandakan bungkamnya rasa.

Dia pelangi.warnawarninya menyatu.tak ada ruang bagi hitam dan putih dan abu-abu.yang dibawanya hanyalah warnawarni kebahagian.

Dia itu indah.dia itu manis.kadang getir.namun tak sampai hati membuat mata ini berpaling.
Dia itu datangkan rindu.
Dia itu datangkan senyum.
Dia itu datangkan cinta.
Dia itu, kau.

Saturday, November 13, 2010

mari mencoblos (semua)!

pagi tadi saya diingetin sama Ibu buat nyoblos. Pilkada di daerah saya.
yang saya sama sekali ngga tau kaya apa calonnya. eh tau deng ada 4 pasang, 2 orang diantaranya, yang satu pernah saya denger menyalahgunakan kekuasaan, yang satunya adalah pelawak.
lah.

saya sekeluarga berempat tadi sampe di TPS jam setengah 12. sepi. cuma saya berempat yang 'sedang ngantri'. sisanya adalah petugas. Karena bilik suara ada 2, jadi yang dipanggil berdua-berdua jangan suka iri kalo iri bubaran.
Bapak Ibu saya duluan.
Lalu saya dan adek saya harap-harap cemas kaya orang lagi nahan boker tapi lagi jalan sama gebetan.
Ngga lama setelah duet maut bapak ibu saya masuk, dipanggillah saya dan adek saya. Kamipun melenggang sempurna ke bilik setelah dikasih satu surat suara.
pas udah di depan bilik, saya dan adek saya baca bismillah sebelum mencoblos, dan 'jlus.jlus jlus.jlus'
saya nengok ke ade saya. berisik amaaat. nanti ketauan!




beberapa hari sebelum hari H

Bapak: Nanti kita pilkada ngga usah ada yang milih ya.
Saya: Lah, nanti surat suara kita disalahgunain.
Ibu: Terus gimana dong?
Saya: Dateng aja. Coblos semua.

10 taun dari sekarang.

di ademnya malem minggu yang terguyur air hujan ini, saya tadi kepikiran, 10 taun dari sekarang saya jadi kaya apa ya?
berarti kan umur saya 32. Hmm. kalau keinginan saya sih, itu udah punya anak 2.hahaha (amiiiiin).

ih, jadi merinding sendiri bayanginnya.

10 taun dari sekarang, kaya apa ya saya.
lagi ngapain. lagi sama siapa. tinggal dimana.
yang paling bikin penasaran sih itu tuh, sama siapanya.haha.

wallahu'alam :)

Hei, you..

come closer to me now,
let me tell you this,




i miss you.

i miss the way you make me laugh.

#galau

yang paling saya sebel adalah ketika ada yang bikin nyesek, sakit, tapi udah ngga bisa nangis.
malah bikin saya ketawa.
men. kaya orang depresi aje kan tuh jadinya.

1.16 a.m

Ingin kulepas saja semua yang ada padaku..
Hingga tak ada lagi yang tersisa..

Sebut saja itu gila..
Aku tetap memanggilnya gundah..

Aku memang tak berkawan dengan waktu..
Tapi bukan salah aku meminta..
Putar saja semuanya..
Biar tak ada lagi gelisah..

Cinta dan kamu bagiku adalah kasat..
Dan secepat kilat..
Kalian menjelma jadi gurat..
Menggeliat..
Lalu semuanya seakan terlambat..
Ah bukan..
memang terlambat..

Kini aku sudah ada dia..
Tapi apa..
Aku tetap tidak punya cinta..
Dan kamu tentunya..

Sekarang yg ku butuh hanya teriak..
Meskipun harus merangkak..
Asal waktu, cinta dan kamu bisa bertolak..
Kembali kearahku..
Kembali kekasatku..

Namun apa daya..
Waktu terlanjur memaksaku bergumam..
"Terlambat.."

-Anhar Dana Putra


Terlambat.
Itu katamu.

Mungkin memang harus begini.
Kubawakan kau sebatang lilin bercahaya, justru ketika kau menuju benderang cahaya mentari.
Lilinku tak lagi kau perlu.
Cahayaku tak lagi kau rindu.

Aku bersyukur terlambat itu datang sekarang, sayang.
Sebelum semuanya menjadi pilu.
Sebelum hati kita bersatu.
Sebelum semuanya berujung satu,
perpisahan yang tak kita mau.

Hapus air mataku dengan jemarimu.
Hapus gundahmu dengan senyumku.
Yakinkan bahwa aku mampu. kita mampu.

Semoga kita bertemu pada satu titik yang sama bernama bahagia.
meski harus melalui jalan yang berbeda.


-Kartika Damayanti



Friday, November 12, 2010

1652 hari.

Hamparan buih menghiasi birunya laut di depanku. Di depan kau.
Suara debur ombak dan sahut-sahutan burung yang menari-nari di lazuardi yang memerah adalah musik kita senja ini.
Ah, tak lupa debaran jantung kita masing-masing.
Setidaknya jantungku.

Mungkin aku telah lupa huruf-huruf abjad yang pernah kupelajari di bangku sekolah. Aku seakan beku. Tak ingin bersuara apapun. Tak ingin bergerak.

"Kenapa sih ngga pernah bilang?". akhirnya kau bersuara. Namun sayangnya, bagiku itu adalah pertanyaan tersulit setelah soal-soal ujian masuk UI.
aku terdiam sejenak. tercekat.
"Toh ngga ngerubah apapun kan?", dari jutaan alternatif jawaban, kalimat itulah yang akhirnya terlontar.

Aku sebenarnya tak siap ada di sini. denganmu. membahas hal yang ku simpan rapi selama 1652 hari belakangan.

"Sok tau.", kau tertawa kecil. singkat. seolah mengejek. Yang bagiku, terasa seperti sengatan listrik. Membuatku terkejut. Sangat terkejut. Tak Mengerti.
Leherku otomatis menggerakkan wajahku menghadapmu. Mencari makna kalimatmu barusan.

"Inget ngga pas gw bilang, gw juga udah biasa aja nih ketemu asri, setelah lo bilang lo mulai biasa ketemu fandi?"
aku mengangguk.
"Gw rasa, saat itu ada yang berubah di hati gw.."
kau diam sesaat. menghela nafas.

"I love you too. maaf ya gw lemot. Baru nyadarnya lama.", kau menengok. Tersenyum manis padaku.





Bagiku, langit tak pernah seindah sore itu.
1652 hari yang lalu, aku jatuh cinta padamu.
Dan sore itu,
aku jatuh cinta pada petikan gitarmu,
pada langit oranye,
pada tepi pantai,
pada tempat kita duduk.
dan pastinya,
(masih) padamu.

on the night like this,


there are so many things I wanna tell you.

(Mocca)

Kotak imaji kita.

Satu dua nada mengalun
mengajak khayal ini menari-nari
meninggalkan sadar yg sedang rehat di tempatnya

satu dua bayangmu hadir
ditemani sgala warnawarni pikirku sndiri.yang dikelilingi oleh tembok imaji
aku di dalamnya
begitupula kau.hadirmu.bayangmu.
Kau tampak sempurna di sana.akupun tampak bahagia.

Ah lagi-lagi sadarku memanggil.berteriak.sudah cukup aku bermain dalam khayal, ujarnya.

Kita terpisah dulu ya.
Sampai bertemu lagi dalam kotak imaji kita.

Monday, November 8, 2010

definitely.

When someone is feeling emotional pain, they need you to listen, not lecture. Sympathize, be present not preach.

Sunday, November 7, 2010

Doa pagi.

Tuhan,
aku mohon, tolong bawa semua perasaan ngga enak yang sesaki dadaku.
Aku lelah.

Friday, November 5, 2010

Sudah lebih dari cukup.

Aku minta pada Tuhan sebuah cinta,dan Tuhan berikan sahabat sepertimu.
Apalagi yang perlu ku pinta?

Tuesday, November 2, 2010

Tanyakan ini.

Bagaimana jika rasa ini datang lebih awal?
Bagaimana jika aku bisa jujur sejak awal?
Bagaimana jika kau bertahan sebentar lagi?
Bagaimana jika kau tak langsung menyerah?
Bertemukah kita?
Bahagiakah kita?

Bagaimana jika kita ikhlaskan saja?
Bagaimana jika kita pilih jalan kita sendiri?
Bahagiakah aku?
Bahagiakah kau?
Bahagiakah kita?

Monday, November 1, 2010

Yuhuuuu.I'm hooome!

Darimana coba saya cobaaa?
Yak betul, saya baru kembali dari makassar *nanya sendiri jawap sendiri*

saya pengen banget bertutur cerita perihal perjalanan asjik saya yang satu ini.karena sungguh,demi dewa langit,bumi, dan sekitarnya, perjalanan ini sangat sangat luar biasa.

Saya bakal ceritain ke dalam 3 bagian; bagian pra-berangkat, bagian kehidupan di sana, serta bagian penutupan yang sungguh sangat menggugah kalbu.

Namun sebelumnya,ijinkan saya buat milah2 baju kotor dari tas, karena saya baruuu aja sampe dari bandara.

Penasaran kan kan kan kaaaan? Tunggu cerita selanjutnya ya.ci..luk..ba.emmuaaaah!

Thursday, October 28, 2010

281010

Oranye senja.
Rinai hujan.
Senyummu.
Tawaku.
Kita.

Seingatku, langit sore tak pernah seindah tadi.

Monday, October 25, 2010

Lagi girang ya, Pak?

Petugas: Kartika,kenapa legalisirnya cuma sedikit sih?

Kartika:Ih suka2 saya dong Pak

P:iya jg sih ya.yaudah,tulis di sini, kartika damayanti.

K: Iya pak.saya inget nama saya kok

P: inget lahir kapan ngga?

K: Inget pak.kamis pahing,dibawah pohon kelapa.

P: (ketawa ngakak)

K: (dahi mengerenyit dan ngga niat berlama-lama di sana)

Tuesday, October 19, 2010

Random Observation

Saya seneng deh liat anak sekolahan yang bercanda bareng temen-temennya pas berangkat sekolah.
Atau,
anak sekolahan yang berangkat pagi-pagi banget naik angkot trus masih sempet-sempetnya baca buku pelajaran.

Itu kan nunjukin besarnya niat dan usaha mereka buat sekolah.buat belajar.
Hehe.

*maap ye kalo ga penting.namanya juga ngerandom :p *

Monday, October 18, 2010

Keras kepala.

A: kalo diliat-liat, tu orang mukanya kayak sales ya bok.

B: sape?

A: tu.yang pake kemeja biru.

B: itu Arlan gebetan lo bukan?

A: haha.emang.i love him just the way he is kok.

B: cari gebetan barulah.daripada sakit hati.

A: hmm.boleh juga tuh.oke, gw bikin kriteria.1,pinter.2,soleh.3, Arlan. Kalo kriteria 1 sama 2nya ngga ada,yang penting kriteria 3 lah.

B: (tepok jidat) terserah lu dah.

Hari ini, WOW.

Biasalah.siapa lagi yang bisa ngerubah persepsi tentang baik buruk seseorang selain Allah.termasuk saya.

Setelah uring-uringan kemaren,hari ini rasanya cukup menyenangkan.
Dimulai dari cuaca yang lumayan adem adem agak gerimis romantis najis itu. Saya ke kampus dapet tebengan sehingga pengeluaran saya hari ini berkurang 12ribu.
Dilanjutkan dengan ketemu mas Bonsai. Dia bantuin benerin koneksi hotspot (walaupun tetep ngga nyala), sarapan bareng, bercanda, ngobrol-ngobrol. Thanks God. Sepertinya kami sudah mulai 'sembuh' dan bisa berteman.

Terus tadi juga berasa kaya anak SD yang lagi suka-sukaan sama kakak kelasnya.pas kakak kelasnya keliatan, yang ada malah seru2 sendiri.pengen nyamperin tapi malu. Ngga nyamperin tapi nyariin.pih.

Mmm.and the last one is the most WOW thing. I got a voucher to be used before Oct 30th.ahuy.holiday gretongan bok di puncak.hahahahay.

In my dictionary, fun means today!
Yah cukup banget bikin saya seneng hari ini :)

*racauan orang teler*

Oh iya!

Ibu: ngapain sih remot tivi dicoret-coret gitu?

Ticul: iseng.

3menit kemudian.

Ticul: buuu,remot kemana siiih *obrak-abrik bantal sofa*

Ibu: tuh di tangan kamu.

Ticul: oh iya.

2.
Ticul: lapeeer buuu.indomi abis ya?

Ibu: iya kali.kan kamu yang makan barusan.

Ticul: oiya lupa.

3.
Ibu: ngapain bawa-bawa kaen pel?

Ticul: ya ngepel lah.masa ngecet.

Ibu: emang udah disapu?

Ticul: oh iya belom.

4.
Ibu: jam brapa skarang?

Ticul: 6 kurang 15

ibu: emang kamu udah solat subuh?

Ticul: *nyengir* oh iya belon.

Ibu: mau ibu banting hapenya?

--selesai,daripada hp gw geger otak--

Sunday, October 17, 2010

Misuh-misuh pengangguran

Kalo tiba-tiba ada serangan dari alien luar angkasa,mungkin saya bisa agak lebih keringetan dikit.
Seharian ini kerjaan saya cuma bengong,makan,nguap-nguap,bikin tulisan,galau,de es be.
Oke,karena hari minggu,kayanya masih bisa dimaklumi. NAH masalahnya adalah sepertinya saya bakal mengulangi rutinitas di atas untuk DUA MINGGU kedepan.
Mati ngga tuh.

Kadang jadi lulusan UI bikin beban buat saya karena belon dapet kerjaan tetap stelah bulan desember ini.alamakjang.mana Ibu saya pake bilang si itu udah kerja,bahkan udah bisa nyicil mobil.
Nyeh.
Ntar saya juga bisa nyicil UFO sekalian.

Kalo udah gini rasanya pengen nikah aja deh (otak sempit).padahal kalo dilanjutin pertanyaan 'mau nikah ama sape cul?' saya bakal jawap dengan gigit jari.

Ujan-ujan gini dan saya lagi ga to the lau.buat banyak hal.ya kerjaan,ya masa depan.
Heleh heleh.
Kalo lagi begini,enaknya liburan deh.and the most wanted place is still: makassar.
*komat-kamit ada yang nimpukin duit 10juta dari mana kek*

Kau dan Hujan.

Yang aku rindukan di kala hujan adalah kau.
Petikan gitarmu.
Dan secangkir cokelat panas untuk kita berdua.

Yang aku rindukan darimu adalah ketika kau sampirkan jaketmu dipunggungku ketika hujan mendinginkan ruang kita.
Kau mainkan sebuah lagu.aku tersenyum.
Dan kau katakan kalau aku lebih manis dari cokelat di cangkir.

Yang kurindukan di saat sendiri adalah kau dan hujan.
Dan romantisme mu yang dibantu oleh sang hujan :)

...

'mengapa harus begini?' tanyaku pada pendaran cahaya malam.
Ku tepiskan rinduku hingga ke sudut hati yang hampa.
Suram.
Kosong.

Masih ku dengar langkah kakimu menjauh.dan kurasakan langkah kesepian kian menghampiriku.

Dalam kesendirian aku bergumam namamu.
Berselingan dengan gumam rindu.
Aku berjanji tak ijinkan kantung air mata tumpah.
Tapi nampaknya,kerinduan ini melubanginya.
Hingga titik-titik air mata itu muncul.

Aku tak ingin membuat lubang di hatimu.tak kuasa jua aku biarkan suara ini memanggilmu.

Dan kini yang tersisa hanyalah bayangan.
Di bawah temaram lampu jalanan.
Sepi..

Friday, October 15, 2010

You know what?

I love the way we walk as a friend.

Wednesday, October 13, 2010

Monolog Kita

Kita sering bertengkar,
tak mau mengerti satu sama lain,
atau justru merasa mengerti,
hubungan kita,
karena kita sama-sama bermonolog.
Sehingga aku tak tahu dan tak faham apa yang kau rasa,apa yang kau tangisi.
Pun sebaliknya.

Mungkin.

Tuesday, October 12, 2010

Festival Bintang

Jika ada yang bertanya padaku tentang apa yang kuingat dari bintang,aku akan menjawab kau.

Namamu Bintang.aku selalu suka memanggil nama itu.Senyummu cerah.aku selalu rindu.
Tawamu renyah.Pada setiap usahaku membuat lelucon atau bertingkah aneh.
Aku tak pernah malu mengulangi semua itu.
Asal didepan kau.


Masih ingatkah kau ketika kita duduk di teras villa?
Kita menonton film paling indah yang pernah ada.
Layar hitam di langit dan taburan bintang.
Dan ada kau.
Itu sudah lebih dari cukup.

Aku rindu padamu, Bintang.
Aku ingin menonton festival bintang lagi di langit.bersamamu.Bintang di langit hatiku.
Aku rindu.sungguh rindu.
Mintakan pada Tuhan ya, Bintang, supaya Ia mau pinjamkan bintang-bintangnya untuk muncul di langit.
Bersama kau juga.



Teras ini rasanya sepi.
Tinggal aku sendiri yang sibuk menggambarkan wajahmu di langit.
Wajah Bintangku yang sedang dikelilingi bintang-bintang Tuhan.

Terka Rasa

Sekejap senyum.
Sekelebat haru.
Kadang takut, akan kehilangan.
Rasa itu, terundang lagi.
Tanpa sadar.

Untuk sebuah rasa yang ku tak mengerti,
untukmu.
Disitu.

Mata di Malamnya Jakarta

Tadi saya dari Salemba jam setengah 7an.biasa, naik patas 67 dari depan FK UI Salemba buat meluncur ke blok m.
Awalnya saya selalu misuh-misuh tiap pulang dari Salemba.mengingat macetnye Jakarte yang ngaujubile.
Tapi ya mau gimana lagi.akhirnya harus pinter-pinter ngibur diri selama perjalanan pulang.

Nah.ini dia yang saya suka pada akhirnya.
Menikmati Jakarta di malam hari.meeeen itu bagus bangeet!

Saya dapet duduk deket kaca.kuping udah disumpel sama lelaguan mellow kerbow.ah.lengkap rasanya jadi jomblo pas suasana begini.

Jakarta itu keren.apalagi gedung2nya.kalo siang keliatan gagahnya menjulang.berkali-kali lewat jalanan Sudirman,berkali-kali juga saya mupeng bisa kerja di salah 1 gedung pencakar langit itu.
kalo malem keliatan mewahnya.ditambah lampu2nya.mantaps.
Salah 1 gedung yang bikin saya nganga adalah gedung apartemen Da Vinci di Sudirman.mewaaaah banget.
Oiya,tadi saya sempet juga meratiin patung Jendral Sudirman yang lagi hormat.ternyata kata bapak saya,patung pak Jendral itu hormat ke arah istana negara.
Hmm.saya baru tau.

Sampe blok m, saya ganti metro mini.kali ini rutenya lewat barito,radio dalem,pondok indah,sampe lebak bulus.
Naaah,sepanjang perjalanan ini cuman 1 yang saya inget.tadi di radio dalem,ada waria ngamen sambil nari2 gliyut2 gitu badannya.
Astagah.ngga ada bagus2nya sama sekali.suer.

Hhhh.
Badan emang cape.tapi adaaa aja hal2 menarik buat diliat.dan bikin senyum pastinya.hehe.

Mata di Malamnya Jakarta

Tadi saya dari Salemba jam setengah 7an.biasa, naik patas 67 dari depan FK UI Salemba buat meluncur ke blok m.
Awalnya saya selalu misuh-misuh tiap pulang dari Salemba.mengingat macetnye Jakarte yang ngaujubile.
Tapi ya mau gimana lagi.akhirnya harus pinter-pinter ngibur diri selama perjalanan pulang.

Nah.ini dia yang saya suka pada akhirnya.
Menikmati Jakarta di malam hari.meeeen itu bagus bangeet!

Saya dapet duduk deket kaca.kuping udah disumpel sama lelaguan mellow kerbow.ah.lengkap rasanya jadi jomblo pas suasana begini.

Jakarta itu keren.apalagi gedung2nya.kalo siang keliatan gagahnya menjulang.berkali-kali lewat jalanan Sudirman,berkali-kali juga saya mupeng bisa kerja di salah 1 gedung pencakar langit itu.
kalo malem keliatan mewahnya.ditambah lampu2nya.mantaps.
Salah 1 gedung yang bikin saya nganga adalah gedung apartemen Da Vinci di Sudirman.mewaaaah banget.
Oiya,tadi saya sempet juga meratiin patung Jendral Sudirman yang lagi hormat.ternyata kata bapak saya,patung pak Jendral itu hormat ke arah istana negara.
Hmm.saya baru tau.

Sampe blok m, saya ganti metro mini.kali ini rutenya lewat barito,radio dalem,pondok indah,sampe lebak bulus.
Naaah,sepanjang perjalanan ini cuman 1 yang saya inget.tadi di radio dalem,ada waria ngamen sambil nari2 gliyut2 gitu badannya.
Astagah.ngga ada bagus2nya sama sekali.suer.

Hhhh.
Badan emang cape.tapi adaaa aja hal2 menarik buat diliat.dan bikin senyum pastinya.hehe.

Monday, October 11, 2010

Temen itu..

Orang yg rela diajak makan di tempat yang jagoannya sambel puweddeees.padahal dianya ngga tahan pedes.

Temen itu,orang yang rela jam 6 lewat 3 masih nemenin karokean di margo.padahal dia ada les jam stgh 7 dan kalo telat bakal kena hukum.

Buat apapun yang terjadi hari ini,terimakasih ya Allah.saya jadi tau saya punya temen-temen yang ngaujubile hebatnye.

#insight hari ini:
yang suka sambel2 pedes,coba deh ke sambel ss.yang di margonda ada di sebelahnya apaaa gt.pokonya kalo dari arah margo,luruuus.puter balik depan pesona kayangan.luruus.ada di kiri.kalo yang lagi pdkt dengan probabilitas 80% mau jadian,sangat tidak disarankan bedua kesana.sangat ngerusak performa.cabe2 disana bisa bikin anda ingusan srat srot srat srot ;D

Sunday, October 3, 2010

Burung apa hayooo

X: (gendong balita sambil nyuapin) tuh de liat tuh gambar garuda tuh.

Y: (ikut ngeliat) ngaco.itukan burung kakak tua.

Z: (ikutan nengok dan bingung karena jelas2 itu gambar burung nuri)

Monday, September 20, 2010

hanya Tuhan yang punya kehendak..

Hello world!

kemampuan dan bakat saya dalam menulis (dan menyampah) akhir-akhir ini terhambat karena akses internet di rumah saya diputus (yaaa, maaf yaa..kita udah ngga sejalan). udahlah mahal, tapi lambatnyaaaaaaa kaya cicitnya siput. nah terus ya, saya kalo pas di rumah, iseng-iseng bikin tulisan di word, dengan harapan nanti kalo saya udah dapet internet bisa langsung saya copy paste ke blog.

nah, udah tuh saya bikin tulisan.
Cakep deh (bo'ong banget). isinya tentang kemirisan hati saya pada masyarakat di sekitar kita.
mungpung saya sekarag lagi internetan, saya buka itu tulisan, saya ctrl+A, ctrl+c, lalu beralih ke halaman blog saya.
saya ctrl+v, ngga ada tulisan.
saya ctrl+v lagi, tetep ga ada tulisan.
saya klik kanan, eeeh pilihan paste nya kaga bisa di klik.
asem.


padahal udah menggebu-gebu penuh dengan amarah serta letupan-letupan emosi,
ternyata ngga bisa di copas tulisan saya.
trus bete deh.
trus manyun deh.
trus laper lagi deh *pesen soto lagi aaah*

Sunday, July 4, 2010

yes, it's done :)

pembimbing skripsi : kalian mau sidang kapan? saya ada waktu kosong tanggal 23 dan 24 juni

saya: saya mau tanggal 23, Mbak. Yang pertama. Kalau bisa pagi.

dengan mantapsnya, saya mengambil pilihan itu. nggatau deh apa yang ada di pikiran saya saat itu. yang jelas, hubungan saya sama 'dia' udah ngga sehat. bikin saya gendutan, jerawatan, sensian, bokek.
hubungan ini bener-bener harus di akhiri.

23 Juni 2010, jam 08.15
masuk ruangan sidang dengan perasaan yang biasa aja.

jam 9.45
keluar ruangan juga dengan perasaan biasa aja.

jam 10.00
dinyatakan lulus sementara, dengan tanggungan revisi *kata bapak ketua penguji, Dr. Hartanto Brotoharsojo*

Harusnya masih punya waktu buat revisian ampe tanggal 9 juli, namun apa ada, penguji saya yang satu lagi, Mbak Melli Christia, S. Psi, M.Si harus chaw ke ostrali tanggl 5, jadi itu revisian harus kelar sebelum tanggal 3 kalo bisa.
huhahuhahuh.
kerja rodi lagi deh.

taaaaaaapiiiiiiiiiii,
sekarang udah selesai semuanya. revisian juga udah.
EH ASTAGAH!
masih ada yang belooom! bikin jurnal. hadeeeh.

yaudahlah yaaa, one last step deh.

setidaknya Agustus taun ini sesuai dengan rencana saya pas Agustus 2006; bakal ada di Balairung, buat wisuda dan dinyanyiin sama mahasiswa baru. Insyaallah :)

Sunday, June 13, 2010

mmm..






saya kangen.

Hujan Bulan Juni

Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
dirahasiakan rintik rindunya kepada pohon berbunga..

Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu di jalan itu..

Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu..


by: Sapardi Djoko Damono

Wednesday, June 2, 2010

belajar satu hal

saya belajar satu hal barusan.
bahwa ternyata, malu sama diri sendiri itu jauh lebih ngga nyaman dibanding malu sama orang lain.
malu sama orang lain bisa menghindar.
sedangkan malu sama diri sendiri? mau ngehindar kemana?


butuh waktu lebih lama buat mengakui dan menerima kebodohan diri sendiri.
itu yang saya rasakan. setidaknya saat ini, malam ini.

layangan singit

pernah main layangan ngga?

main layangan itu enak. bisa bikin seneng. bisa ngewarnain rambut geratis, jadi merah oren.
tapi kadang, layangan yang terbang dilangit ngga selamanya tenang. ada kalanya singit. terbangnya mletat mletot, miring sana sini.

layangan singit belum berarti akan putus.
layangan singit tandanya perlu diturunin dulu. karena berarti ada yang perlu dibenerin. bukan malah dipaksa, ditarik.
kalo tetep maksain, yang ada malah nyangkut sana sini.kerusakannya malah makin banyak.
dan ujung-ujungnya malah jadi putus beneran. sayang kan?
padahal dengan layangan, mata kita seolah diwakili buat bisa ngeliat banyak hal dari atas sana.

layangan singit bisa muncul di mana aja, kapan aja, di kehidupan kita.
hubungan temenan, hubungan sama orang yang kita sayang, hubungan sama keluarga, temen kuliah, dan hubungan-hubungan lainnya.

jadi, kalo ada layangan singit, udah tau kan harus diapain?
:)

ngga cocok jadi psikolog

kuliah saya emang di fakultas psikologi.
8 semester belajar tentang empati, simpati, si wati, si jati.
tapi akhirnya setelah 8 semester itu saya menyadari bahwa: jalur karir saya sepertinya bukan jadi psikolog.
kenapa?

saya suka-suka aja ngbantuin orang 'keluar' dari masalah psikisnya.taappppppppiiiiiiiiiiiiiiiiiii, ternyata saya ngga cukup mahir buat profesional. ngga bisa misahin antara itu masalah orang dan saya adalah saya, which is kaga perlu terlibat terlalu jauh secara emosional di dalamnya.
dan masalahnyaaaaaaaaa, saya sering begitu.ibaratnya, orang yang punya masalah, saya yang kurus kering karna kepikiran.emang deh otak saya ini punya space yang segede lapangan bola buat mikirin masalah orang, tapi cuma nyisain celah selebar celah gigi buat akademis, wabilkhusus skripsi.

kaya sekarang nih.

2 temen saya lagi agak ngga enak.
dan saya ada di tengahnya.
dan tau apa?
jadwal skripsian saya kemarin berantakan. sayapun mumet. dan hari ini, saya migrain!
great.

mana ada psikolog begitu caranya.

Tuesday, June 1, 2010

:)

tapi semua berbeda
saat kau ada di sini
mempesonakan aku selalu

-tiket, hanya kamu yang bisa-



tiap denger lagu ini, saya pasti langsung senyum.dan ingatan saya langsung terlempar ke akhir oktober awal november 2008.
waktu bareng sodara-sodara saya yang dari Makassar itu :)

Monday, May 31, 2010

niatnya sih baik, tapi...

mungkin saya salah satu dari sedikit orang aneh di dunia akherat yang suka banget mikirin masalah orang, padahal ngga ada hubungannya sama saya.
dan saya juga sangat-sangat gampang menyalahkan diri saya sendiri ketika ada orang yang justru ribet,ribut, dan rebek,ketika salah mengartikan niat baik saya.
dan itu bikin saya sangat down banget.

au ah. bete.

Sunday, May 30, 2010

beautyclass?? #2

udah baca blog saya sebelum ini?
bacaaa buruaaaan!




naaah, kalo udah, saya mau ngelaporin hasilnya.haha.
jadi agak-agak ngga enak gimandang ya bok eyke.
ehm.
jadi, beginilah wajah kami sebelum mengenal yang namanya BeautyClass..





setelah berjibaku dengan alat-alat kecantikannya The Body Shop, maka beginilah jadinya




muahahahahaha.
ngga ada bedanya ya?
itu juga si Hanum bilang matanya kaya bencong, Sessa bilang blush on nya yang kaya bencong, dan saya yang lebih ngerasanya mirip mbak2 SPG wardah.
hadeeh. emang dasar deh kita bertiga ngga ada yang bener urusan beginian :p
 

Template by BloggerCandy.com